Aston Villa Tekuk Freiburg 3&0 untuk Amankan Gelar Liga Europa

Sedang Trending 50 menit yang lalu

Klub Liga Utama Inggris Aston Villa sukses merengkuh gelar juara Liga Europa 2025/2026 setelah menumbangkan wakil Jerman Freiburg dengan skor telak 3-0 pada pertandingan final di Stadion Tupras, Istanbul, Turki, hari Kamis.

Kemenangan meyakinkan tersebut dipastikan melalui sumbangan gol dari Youri Tielemans, Emiliano Buendia, dan Morgan Rogers. Dilansir dari situs resmi UEFA melalui Antara, hasil positif ini sekaligus menegaskan reputasi manajer Unai Emery sebagai spesialis kompetisi kasta kedua Eropa tersebut dengan koleksi lima trofi bersama tiga klub berbeda.

Aston Villa membuka keunggulan pada menit ke-40 lewat aksi Tielemans yang memanfaatkan umpan sepak pojok Rogers pasca-halauan lini pertahanan Freiburg atas upaya Lucas Digne. Menjelang turun minum, tepatnya pada menit ke-45+3, Buendia menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah menerima operan John McGinn dan melepaskan tembakan kaki kiri akurat.

Freiburg mencoba bangkit guna mengejar ketertinggalan pada babak kedua, namun rapatnya pertahanan Aston Villa gagal ditembus. Sebaliknya, anak asuh Emery justru menambah keunggulan lewat sontekan Rogers yang menuntaskan umpan silang rendah Buendia di pertengahan paruh kedua pertandingan.

Sebelum laga penentu ini digelar, pelatih Freiburg sempat memberikan pandangannya mengenai kekuatan tim lawan serta perjalanan luar biasa skuadnya yang sempat berkompetisi di divisi dua Jerman pada musim 2015-16.

"Villa has an outstanding squad. It's incredible how they work in such harmony, and they have a clear plan in every individual phase of the match," ujar Julian Schuster, Manajer Freiburg.

Schuster juga mengutarakan bahwa tantangan berat di partai final ini menjadi momentum yang sangat spesial bagi klub asuhannya.

"It will be a huge and great challenge for us tomorrow. It is very special. We've recently been in the second division and now are going to play a European final," kata Julian Schuster, Manajer Freiburg.

Dirinya pun menegaskan rasa percaya diri yang tinggi terhadap kualitas yang dimiliki oleh para pemainnya.

"I have so much confidence in my team, and they give me that belief because there's so much quality," tutur Julian Schuster, Manajer Freiburg.

Ia juga menambahkan tidak merasakan ketakutan karena modal keyakinan kuat untuk menghadapi tim serta pelatih hebat.

"I am not nervous, we have the confidence we need to play a great team and a great coach tomorrow," ucap Julian Schuster, Manajer Freiburg.

Sementara itu, gelandang Freiburg menyatakan bahwa seluruh personel tim sebenarnya tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini pada awal kompetisi.

"We're aware that [Unai Emery] is the most successful coach in the history of the tournament, but that was with Sevilla and Villarreal, so we haven't analysed that – only his Aston Villa team is relevant to us," kata Maximilian Eggestein, Gelandang Freiburg.

Ia menjelaskan bahwa keyakinan tim mulai tumbuh seiring berjalannya musim kompetisi.

"At the start of the competition, we didn't think we might end up playing in the final. It just happened that way. As the season went on, we started to believe that we could do it," ujar Maximilian Eggestein, Gelandang Freiburg.

Pemain tengah tersebut menyatakan kebanggaan mereka karena bisa mencapai titik ini dan berharap bisa mempersembahkan kebanggaan bagi kota mereka.

"We're very proud to be here, and we hope we can take that final step tomorrow and make our city very proud," tutur Maximilian Eggestein, Gelandang Freiburg.

Susunan pemain Freiburg yang diturunkan pada pertandingan ini meliputi posisi penjaga gawang Noah Atubolu, barisan belakang Philipp Treu, Philipp Lienhart, Matthias Ginter, Lukas Kubler, lini tengah Nicolas Hofler, Maximilian Eggestein, serta lini depan Niklas Beste, Johan Manzambi, Vincenzo Grifo, dan Igor Matanovic.