Atalia Praratya Imbau Jemaah Haji Batasi Aktivitas Non&Ibadah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mengingatkan jemaah calon haji Indonesia di Madinah untuk membatasi aktivitas di luar rangkaian ibadah demi menjaga kondisi fisik dan keselamatan, menyusul insiden kecelakaan bus pada Selasa (28/4/2026).

Langkah pembatasan ini dinilai krusial sebagai upaya meminimalkan risiko gangguan kesehatan serta memastikan kelancaran seluruh prosesi haji sesuai arahan petugas di lapangan, sebagaimana dilansir dari Cahaya.

Atalia menekankan pentingnya disiplin fisik bagi setiap jemaah agar tetap bugar selama berada di Tanah Suci. Penegasan ini muncul sebagai respons langsung atas faktor kelelahan yang berisiko mengganggu fokus utama ibadah.

"Jemaah jangan memaksakan aktivitas tambahan di luar kepentingan ibadah yang dapat menguras kondisi fisik," kata Atalia, Kamis (30/4/2026).

Keamanan dan perlindungan bagi seluruh warga negara yang sedang menunaikan rukun Islam kelima tersebut harus menjadi prioritas utama pemerintah dan penyelenggara. Atalia mengapresiasi koordinasi cepat antara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji dan Umrah, serta pihak KJRI Jeddah dalam menangani situasi darurat tersebut.

Pemerintah Indonesia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden lalu lintas yang melibatkan rombongan Jemaah Haji Indonesia (JHI) dari Kloter SUB-2 dan Kloter JKS-1 di kawasan Jabal Magnet.

"Kementerian Luar Negeri RI melalui KJRI Jeddah tengah menangani kasus kecelakaan lalu lintas yang dialami kelompok Jemaah Haji Indonesia (JHI) pada 28 April 2026 di Arab Saudi," kata Heni Hamidah, Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI.

Berdasarkan laporan resmi, kecelakaan terjadi saat bus dalam perjalanan kembali menuju hotel setelah melakukan kegiatan wisata kota dan ziarah. Heni memastikan bahwa penanganan medis telah diberikan secara maksimal kepada para jemaah yang terdampak.

Ia menjelaskan terdapat 10 orang yang mengalami luka, tujuh di antaranya merupakan jemaah dari Kloter JKS-1 asal Jawa Barat. Para korban mengalami luka ringan, telah mendapatkan penanganan medis, dan kembali ke Hotel Andalus Golden.