PROKALTENG.CO-Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi secara resmi mendapat panggilan untuk mengikuti training camp (TC) Timnas Indonesia sebagai bagian dari persiapan menuju Piala AFF 2026.
Dalam laga terbaru melawan Persita Tangerang yang berakhir dengan kekalahan 0-1, Kamis (30/4).
PSIM kembali menunjukkan masalah klasik, kebobolan cepat dan kesulitan menembus pertahanan lawan yang bermain disiplin dengan blok rendah.
Meski demikian, Cahya tampil cukup menonjol di bawah mistar, termasuk saat menggagalkan penalti yang sempat menjaga asa tim untuk tetap bersaing dalam pertandingan.
Namun secara hasil, kontribusi itu belum mampu menghindarkan PSIM dari kekalahan.
Cahya pun mengakui performa individu tidak cukup berarti ketika tim gagal meraih poin.
“Perasaan saya antiklimaks. Sedih juga karena kita tetap kalah.

Mungkin berbeda ketika seri atau menang, bisa menepis penalti itu menjadi sebuah kehormatan bisa menahan sebuah tim,” ujar Cahya.
Di tengah kekecewaan itu, panggilan ke Timnas Indonesia menjadi peluang besar bagi kiper berusia 24 tahun ini untuk berkembang di level yang lebih tinggi.
Ia diproyeksikan bersaing dengan sejumlah nama yang lebih berpengalaman dalam pemusatan latihan jelang AFF 2026.
Dua kiper lainnya yang juga dipanggil adalah Nadeo Argawinata, dan M Riyandi. Secara garis besar, Cahya memilih bersikap realistis. Ia tidak ingin terbebani ekspektasi, tetapi tetap menegaskan komitmennya untuk bekerja keras demi mendapatkan tempat utama.
“Saya tidak berharap banyak. Saya akan belajar dari Nadeo dan Riyandi karena mereka lebih senior dari saya. Tapi saya akan bekerja keras sampai mendapat posisi nomor satu,” tegasnya.
Pemanggilan ini menjadi momentum krusial bagi Cahya, bukan hanya untuk meningkatkan kualitas individu, tetapi juga sebagai panggung pembuktian di tengah inkonsistensi performa klubnya.
Dengan usia yang masih berada di fase transisi menuju puncak karier, TC Timnas Indonesia bisa menjadi titik balik bagi perkembangan kariernya.
“Saya akan belajar dan bekerja keras. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk bisa berkembang dan bersaing,” tandas Cahya. (iza/laz/jpg)
PROKALTENG.CO-Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi secara resmi mendapat panggilan untuk mengikuti training camp (TC) Timnas Indonesia sebagai bagian dari persiapan menuju Piala AFF 2026.
Dalam laga terbaru melawan Persita Tangerang yang berakhir dengan kekalahan 0-1, Kamis (30/4).
PSIM kembali menunjukkan masalah klasik, kebobolan cepat dan kesulitan menembus pertahanan lawan yang bermain disiplin dengan blok rendah.

Meski demikian, Cahya tampil cukup menonjol di bawah mistar, termasuk saat menggagalkan penalti yang sempat menjaga asa tim untuk tetap bersaing dalam pertandingan.
Namun secara hasil, kontribusi itu belum mampu menghindarkan PSIM dari kekalahan.
Cahya pun mengakui performa individu tidak cukup berarti ketika tim gagal meraih poin.
“Perasaan saya antiklimaks. Sedih juga karena kita tetap kalah.
Mungkin berbeda ketika seri atau menang, bisa menepis penalti itu menjadi sebuah kehormatan bisa menahan sebuah tim,” ujar Cahya.
Di tengah kekecewaan itu, panggilan ke Timnas Indonesia menjadi peluang besar bagi kiper berusia 24 tahun ini untuk berkembang di level yang lebih tinggi.
Ia diproyeksikan bersaing dengan sejumlah nama yang lebih berpengalaman dalam pemusatan latihan jelang AFF 2026.
Dua kiper lainnya yang juga dipanggil adalah Nadeo Argawinata, dan M Riyandi. Secara garis besar, Cahya memilih bersikap realistis. Ia tidak ingin terbebani ekspektasi, tetapi tetap menegaskan komitmennya untuk bekerja keras demi mendapatkan tempat utama.
“Saya tidak berharap banyak. Saya akan belajar dari Nadeo dan Riyandi karena mereka lebih senior dari saya. Tapi saya akan bekerja keras sampai mendapat posisi nomor satu,” tegasnya.
Pemanggilan ini menjadi momentum krusial bagi Cahya, bukan hanya untuk meningkatkan kualitas individu, tetapi juga sebagai panggung pembuktian di tengah inkonsistensi performa klubnya.
Dengan usia yang masih berada di fase transisi menuju puncak karier, TC Timnas Indonesia bisa menjadi titik balik bagi perkembangan kariernya.
“Saya akan belajar dan bekerja keras. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk bisa berkembang dan bersaing,” tandas Cahya. (iza/laz/jpg)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·