Auckland FC akan menghadapi Sydney FC dalam pertandingan final A-League Men yang bersejarah di Stadion Go Media pada Sabtu malam, 23 Mei 2026.
Pertandingan ini menjadi momen pertama kalinya babak final liga domestik tertinggi Australia tersebut diselenggarakan di Selandia Baru setelah tim promosi Auckland FC berhasil menembus partai puncak pada musim keduanya.
Laga ini juga mempertemukan kembali pelatih Steve Corica dari Auckland FC dan Patrick Kisnorbo dari Sydney FC yang sebelumnya pernah berhadapan di final 2021 saat masing-masing masih menangani Sydney FC dan Melbourne City.
Jika berhasil membawa Auckland FC menang, Corica akan meraih gelar juara ketiganya sekaligus mendekati rekor empat gelar juara milik Ange Postecoglou.
Chief Executive Auckland FC Nick Becker menyatakan bahwa tiket pertandingan telah terjual habis dengan perkiraan kehadiran penonton mencapai hampir 28.000 orang di stadion.
Menurut Becker, dukungan luar biasa dari para penggemar lokal menjadi bahan bakar utama bagi kebangkitan cepat klub ekspansi ini dalam waktu kurang dari dua musim.
"They’re all of Auckland. They genuinely are." kata Nick Becker, Chief Executive Auckland FC kepada Wellington.Scoop.
Klub telah menambahkan kursi ekstra setelah 15.000 tiket anggota langsung terjual habis dalam hitungan jam disusul sisa alokasi tiket pada hari yang sama.
Kegagalan pada babak semifinal tahun lalu dinilai Becker telah membantu membentuk mentalitas dan motivasi skuat untuk terus maju pada kampanye musim ini.
"I think sometimes you need to go there to lose it and to know how bad that feels and for it to be part of the motivation and what drives you on." ujar Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Auckland FC melaju ke final setelah mengalahkan Adelaide United di babak semifinal, meskipun sebelumnya banyak pihak yang meragukan peluang mereka.
"Everyone wrote us off. No one said that we could win in Adelaide," kata Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Becker menambahkan bahwa para pemain saat itu berada dalam kondisi mental yang sepenuhnya siap dan fokus pada target mereka.
"But mentally they were there 100 percent and completely focused on what they had to do." ujar Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Keberhasilan klub ini juga mendorong lonjakan partisipasi dan dukungan terhadap sepak bola profesional di Selandia Baru secara keseluruhan.
"The participation rates in this country are mad. Off the charts," kata Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Ia menjelaskan bahwa pendukung klub datang dari berbagai latar belakang, kebudayaan, keluarga muda, remaja, hingga generasi kakek-nenek yang membawa cucu mereka.
"Every kind of background, culture, young families, teenagers, young adults, like generations of grandparents, through down to taking their grandkids and their children in between." ujar Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Pendekatan emosional dengan suporter dibangun melalui kunjungan rutin ke sekolah-sekolah, klub sepak bola lokal, dan acara komunitas.
"Those little moments create emotional connection along the way," kata Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Interaksi tersebut diharapkan membuat para penggemar datang ke pertandingan dan melihat para pemain sebagai pahlawan mereka.
"Then they come to a game, hopefully they see us win. Again, they meet one of their players, and the player becomes a hero." ujar Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Becker memuji kelompok suporter bernama "The Port" yang terus bernyanyi dan membawa atmosfer luar biasa sepanjang pertandingan.
"They just sing, cheer, bring atmosphere and colour for the entirety of the game, and they’re a fantastic group of supporters," kata Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Ia bahkan menyebut kelompok tersebut sebagai yang terbaik di seluruh liga.
"I think the best in the league." ujar Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Sambil tertawa, Becker mengakui beberapa nyanyian suporter memiliki bahasa yang kurang cocok untuk disiarkan langsung di radio.
"Yeah, but I can’t say it live on radio because some of the language is…" kata Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Ia berguyon bahwa lagu-lagu yang dinyanyikan oleh kelompok suporter tersebut terkadang terdengar seperti bahasa pelaut.
"Unfortunately for the port, they do… some of their songs are like the sailors. You know, they’ve got potty mouths." ujar Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Momentum final ini bertepatan dengan periode besar sepak bola global menjelang Piala Dunia FIFA 2026 di mana tim nasional Selandia Baru akan kembali berpartisipasi.
"It’s a really exciting moment for football," kata Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Meski Auckland FC mengalami peningkatan performa yang cepat, Becker menyadari tantangan besar yang dihadapi dari tim sukses seperti Sydney FC.
"Sydney are a great team," ujar Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Ia menegaskan bahwa babak final merupakan pertandingan yang sangat berbeda dari laga-laga sebelumnya.
"And we know that a grand final is a different game." kata Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Becker juga menyoroti pengalaman pelatih Steve Corica yang dinilai membawa ketenangan dalam menghadapi laga penentu juara.
"He knows what to do in a grand final, so he’s bringing a lot of a cool head, a real kind of level of experience, and he also knows how to win it as well." ujar Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Pertandingan final dijadwalkan memulai sepak mula pada pukul 20.10 waktu setempat dengan rangkaian hiburan musik dan pertunjukan cahaya sebelum laga dimulai.
"It’s going to have that kind of proper old school football feel about it tonight," kata Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Becker menyatakan dirinya sangat antusias dan sudah tidak sabar untuk menyaksikan pertandingan tersebut.
"I’m really excited, I can’t wait." ujar Nick Becker, Chief Executive Auckland FC.
Di kubu lawan, Sydney FC asuhan Patrick Kisnorbo telah mengumumkan perpanjangan skuatnya dengan kembalinya Al Hassan Toure pascacedera hamstring serta Corey Hollman.
41 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·