Australia dan AS Danai Proyek Logam Tanah Jarang Tronox Rp10 Triliun

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Australia dan Amerika Serikat (AS) telah menyalurkan dukungan finansial yang signifikan, mencapai A$849 juta (setara sekitar Rp10 triliun), untuk proyek pengolahan logam tanah jarang yang digarap oleh Tronox Holdings. Komitmen ini menandai langkah konkret pertama dalam kemitraan mineral kritis kedua negara, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz pada Minggu (13/4/2026) malam.

Pendanaan tersebut berupa surat dukungan atau minat terkoordinasi dari Export Finance Australia dan US Export-Import Bank, masing-masing hingga A$424 juta. Proyek ini mencakup wilayah Australia Barat dan AS, bertujuan untuk memperkuat rantai pasokan mineral penting.

Pabrik pengolahan yang didanai akan memanfaatkan kapasitas penambangan dan pemrosesan yang sudah ada. Tujuannya adalah memproduksi karbonat logam tanah jarang campuran, yang mencakup unsur ringan dan berat. Bahan-bahan ini sangat vital untuk berbagai aplikasi, termasuk sistem pertahanan, manufaktur, dan teknologi energi bersih.

Selain proyek Tronox, kedua lembaga keuangan tersebut juga menerbitkan surat dukungan hingga A$500 juta untuk Proyek Nikel Kalgoorlie milik Ardea Resources Ltd. Proyek ini berlokasi di Australia Barat dan memiliki cadangan nikel-kobalt terbesar di Australia.

Pengumuman pendanaan ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas oleh Australia dan AS. Kedua negara sekutu tersebut berupaya mengamankan rantai pasokan mineral kritis, menyusul perjanjian kerangka kerja yang ditandatangani di Gedung Putih pada tahun sebelumnya.