Canberra (ANTARA) - Australia menyiapkan paket dukungan kesehatan darurat setelah lebih dari 220 kasus difteri tercatat di seluruh negeri tahun ini, menandai wabah terbesar di negara itu dalam beberapa dekade, kata para pejabat kesehatan pada Rabu (20/5).
Dalam sebuah konferensi pers, Menteri Kesehatan Australia Mark Butler menggambarkan lonjakan ini sebagai hal yang "sangat mengkhawatirkan".
Butler menyebutkan pula bahwa jumlah kasusnya "sekitar 30 kali dari rata-rata jumlah kasus difteri" dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah federal saat ini bekerja sama dengan otoritas negara bagian untuk meningkatkan cakupan vaksinasi dan mengerahkan personel tambahan, terutama di komunitas-komunitas pribumi terpencil tempat wabah ini terkonsentrasi.
Difteri, infeksi bakteri yang sangat menular, dapat berakibat fatal pada kasus yang parah serta oernah menjadi penyebab utama kematian anak-anak.
Penyakit ini dapat dicegah melalui vaksinasi tetapi bisa kembali merebak ketika kekebalan tubuh menurun.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mendesak warga Australia untuk memastikan vaksinasi mereka telah diperbarui, menyebutnya sebagai "hal terpenting yang dapat dilakukan masyarakat," seperti dilansir Australian Broadcasting Corporation.
Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·