Awal Pekan IHSG Diproyeksi Melemah ke 6.645, Apa Saham yang Menarik Dikoleksi?

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih rawan terkoreksi pada perdagangan Senin (11/5). Adapun sebelumnya IHSG ditutup melemah 2,86 persen ke 6.969 pada Jumat (8/5).

Analis MNC Sekuritas melihat IHSG masih didominasi oleh tekanan jual yang meningkat. Dengan begitu, secara teknikal IHSG diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam atau bagian awal dari wave B dari wave (2) pada label merah.

“Worst case, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838 dan best case IHSG akan menguat untuk menguji 7.207-7.418,” tulis MNC Sekuritas dikutip Senin (11/5).

Beberapa saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas pada Senin (11/6) adalah AADI, BULL, INCO dan MAPA.

Sementara itu, Analis Phintraco Sekuritas menyebut IHSG memiliki akan bergerak fluktuatif pada Senin (8/5) setelah ditutup melemah 2,86 persen pada pekan sebelumnya.

“Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 6.850-7.100 di tengah perdagangan yang pendek pekan ini menjelang long weekend,” tulis analis Phintraco.

Adapun pada pekan ini pasar akan memperhatikan indeks keyakinan konsumen, retail sales dan penjualan sepeda motor. Selain itu investor akan menantikan pengumuman rebalancing MSCI pada 12 Mei 2026.

Selain itu, rencana Pemerintah untuk menaikkan tarif royalti progresif terhadap sejumlah komoditas logam, termasuk nikel, tembaga, emas, perak, dan timah, menjadi sentimen negatif terhadap sektor basic material yang selama ini menjadi salah satu penopang indeks.

Namun, kenaikan tarif tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan negara.

Beberapa saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas pada perdagangan Senin (11/5) meliputi KLBF, MAPA, MYOR, MARK dan ERAL

****

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.

instagram embed