Azerbaijan dorong investasi dan perluasan kerja sama dengan Indonesia

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Ramil Rzayev Abil Oglu menyoroti besarnya peluang penguatan kerja sama ekonomi antara Azerbaijan dan Indonesia dalam peringatan "108 Tahun Kemerdekaan Azerbaijan" di Jakarta, Kamis.

“Azerbaijan sangat mementingkan hubungan bilateral dengan Indonesia dan berkeinginan untuk lebih memperluas dan memperdalam hubungan kerja sama,” kata Rzayev.

Ia mengatakan hubungan diplomatik yang terjalin sejak 1992 terus berkembang secara konsisten melalui penguatan kerja sama bilateral dan dialog politik tingkat tinggi.

Menurut dia, Azerbaijan juga menghargai sikap Indonesia yang mendukung integritas teritorial Azerbaijan, termasuk dalam proses reintegrasi pasca-pendudukan.

Selama tiga dekade terakhir, kedua negara aktif bekerja sama di berbagai forum internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gerakan Non-Blok, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan yang terbaru dalam kerangka Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8.

“Dalam hal ini, kami sangat menghargai dukungan berharga Indonesia untuk aksesi Azerbaijan ke D-8 pada 2024,” ujarnya.

Rzayev menilai hubungan bilateral yang semakin kuat membuka peluang besar bagi perluasan kerja sama ekonomi. Azerbaijan saat ini tengah melakukan diversifikasi ekonomi sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat logistik dan energi di kawasan Eurasia.

Karena itu, ia mendorong perusahaan Indonesia untuk memanfaatkan peluang investasi di sektor logistik, pengolahan industri, konstruksi, pertanian, dan energi hijau.

“Pemerintah kami juga menyediakan insentif yang menarik dan dukungan kelembagaan yang kuat bagi semua investor,” katanya.

Ia menambahkan, kawasan Karabakh dan Zangazur Timur yang tengah dikembangkan melalui kawasan industri modern dan pertanian dinilai memiliki potensi besar bagi investasi perusahaan Indonesia.

Selain ekonomi, pendidikan dan pertukaran budaya disebut tetap menjadi fondasi penting hubungan kedua negara. Pusat Kebudayaan Indonesia yang beroperasi sejak 2010 di Azerbaijan dinilai menjadi simbol persahabatan dan pemahaman budaya kedua bangsa.

Kerja sama di bidang teknologi, energi hijau, transformasi digital, hingga pariwisata juga dinilai menjanjikan untuk terus dikembangkan.

“Secara khusus, pariwisata halal, wisata budaya Islam, dan wisata medis merupakan sektor-sektor kunci untuk pengembangan bersama kedua negara,” kata Rzayev.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan selamat atas Hari Kemerdekaan Azerbaijan ke-108 dan menilai hubungan kedua negara terus berkembang positif selama tiga dekade terakhir.

“Selama tiga dekade terakhir, kemitraan antara Indonesia dan Azerbaijan telah tumbuh secara stabil di berbagai sektor strategis, didukung oleh komitmen bersama untuk mendorong pembangunan, perdamaian, dan kemakmuran bersama,” katanya.

Ke depan, Yassierli berharap kerja sama kedua negara dapat diperkuat di bidang jaminan sosial, pendidikan dan pelatihan vokasi, pengembangan keterampilan tenaga kerja muda, pasar tenaga kerja, serta perlindungan sosial pekerja migran.

Baca juga: Azerbaijan pacu persiapan jadi tuan rumah forum urban sedunia WUF13

Baca juga: Kemenbud bahas perluasan kerja sama di bidang sastra dengan Azerbaijan

Pewarta: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.