Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pembahasan penguatan sektor energi regional pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026).
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi ketidakpastian kondisi global akibat konflik di Timur Tengah. Dilansir dari Money, fokus utama pertemuan tersebut mencakup interkoneksi listrik antarnegara anggota guna menjaga stabilitas pasokan energi di kawasan Asia Tenggara.
"Indonesia terus mendorong penguatan kerja sama energi ASEAN guna memastikan ketahanan energi kawasan tetap terjaga, termasuk melalui penguatan konektivitas energi, diversifikasi pasokan, dan percepatan transisi energi yang berkelanjutan," ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mewakili Bahlil.
Melalui momentum KTT ini, pemerintah berharap kolaborasi dalam menjaga ketersediaan energi regional dapat semakin solid. Di sisi lain, Bahlil juga memberikan penegasan terkait kondisi keamanan stok energi di dalam negeri yang mencakup pasokan listrik, gas elpiji, dan bahan bakar minyak (BBM).
Stok batu bara Indonesia saat ini dinilai sangat mencukupi untuk mendukung operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Tingginya ketersediaan komoditas tersebut bahkan memicu permintaan ekspor dari pasar Amerika Serikat dan Eropa hingga puluhan juta ton per tahun.
"Sekarang Amerika buka opsi batu bara. Di Eropa membuka opsi batu bara, ada yang minta ke kita untuk 20 juta ton per tahun,” ujar Bahlil pada Sabtu (2/5/2026).
Keputusan untuk tetap mengoptimalkan penggunaan batu bara diambil sebagai langkah taktis di tengah tantangan efisiensi ekonomi. Pemerintah memprioritaskan keterjangkauan harga energi bagi masyarakat luas meskipun PLTU menghadapi tantangan terkait isu polusi udara.
"Saya putuskan, saya bilang batu bara jalan aja dulu. Ini bicara tentang survival mode. Kita bicara tentang efisiensi. Jangan kita korbankan rakyat kita dengan harga listrik yang besar," jelas Bahlil.
Upaya efisiensi saat ini sedang digencarkan oleh otoritas terkait untuk memastikan pemenuhan kebutuhan energi nasional tetap terjaga. Pemerintah berkomitmen penuh dalam memantau distribusi serta ketersediaan cadangan energi guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·