Bahlil perkirakan minyak dari Rusia akan dikirim dalam 1–2 pekan

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Sekarang bicara tentang teknik pengirimannya. Mungkin satu-dua minggu ini sudah bisa

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memperkirakan minyak mentah (crude) impor dari Rusia akan dikirim dalam 1–2 pekan ke depan, setelah merampungkan teknis pengiriman.

“Sekarang bicara tentang teknik pengirimannya. Mungkin satu-dua minggu ini sudah bisa, ya,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin.

Ia menyampaikan bahwa sejauh ini, Indonesia dan Rusia sudah mencapai kesepakatan soal pembelian minyak mentah dari Rusia. Kontrak pun sudah ditandatangani, dan kini tinggal menunggu tuntasnya pembicaraan soal teknis pengiriman.

“Secara deal sudah, kontrak sudah,” ucap Bahlil.

Langkah tersebut menjadi bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026, yang merupakan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.

Pada Jumat (24/4) Wakil Menteri ESDM Yuliot menyampaikan sedang menyiapkan regulasi atau payung hukum untuk mengatur soal rencana impor 150 juta barel minyak mentah dari Rusia.

Terdapat dua opsi yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah untuk mengimpor 150 juta barel minyak mentah dari Rusia.

Opsi pertama adalah mengimpornya langsung dari badan usaha milik negara (BUMN), kemudian opsi kedua adalah mengimpor melalui BLU.

Apabila menggunakan opsi pertama, Yuliot mengatakan terdapat konsekuensi tersendiri jika BUMN yang melakukan impor dari Rusia, menimbang BUMN sudah memiliki kontrak pengadaan minyak dengan pihak-pihak lain.

Oleh karena itu, opsi lainnya yang sedang dipertimbangkan adalah mengimpor melalui BLU. Ia berharap terdapat kemudahan, termasuk pembiayaan, apabila mengimpor melalui BLU.

“Ini juga lagi kami bahas antara kementerian/lembaga. Itu juga dengan badan usaha, termasuk bagaimana pada saat impor, jalur mana yang akan digunakan,” ujar Yuliot.

Baca juga: Dubes: Rusia siap pasok minyak ke RI, meski hadapi sanksi Uni Eropa

Baca juga: Menteri ESDM ungkap minyak mentah Rusia segera masuk RI

Baca juga: ESDM: 150 juta barel minyak Rusia diimpor bertahap hingga akhir 2026

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.