Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut harga BBM Pertamax (RON 92) berpeluang disesuaikan seiring dengan mahalnya harga minyak karena perang, menyusul kenaikan BBM nonsubsidi lainnya yang sudah naik seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
“Kita lihat penyesuaian, kalau harganya (pasar) turun, ya nggak naik. Tapi kalau harganya begini terus, mungkin pasti ada penyesuaian (untuk naik),” kata Bahlil kepada awak media usai konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (20/4).
Ia menegaskan, wewenang penuh pemerintah untuk menjamin stabilitas harga hanya berlaku pada kategori BBM bersubsidi. Hal ini didasarkan pada regulasi dalam Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 yang telah menetapkan formulasi harga secara jelas.
“Karena kan yang bisa kita jamin negara, pemerintah bisa menjamin itu kan adalah harga subsidi,” tutur Bahlil.
Dalam upaya menekan harga BBM, Bahlil menuturkan posisi pemerintah kini sangat bergantung pada harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP). Ia menjamin, harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan selama rata-rata harga ICP dunia masih berada di bawah angka 100 dolar AS per barel.
“Kalau subsidi sampai dengan harga ICP dunia 100 dolar (AS) tidak akan naik. Sekarang average rata-rata dunia ICP kita dari Januari sampai tertanggal yang saya ngomong itu kurang lebih sekitar 76 dolar (AS),” Jelas Bahlil.
Sebelumnya, harga BBM nonsubsidi yang mengalami penyesuaian ini disebabkan harga minyak dunia yang masih bergejolak imbas perang di Iran. Kenaikan terjadi pada harga BBM nonsubsidi hingga level premium.
Sementara untuk BBM subsidi, berdasarkan laman resmi Pertamina, masih ditahan pada harga yang sama. Harga BBM Pertamax (RON 92) masih dipertahankan di Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green Rp 12.900 per liter. Pertamina juga masih mempertahankan harga BBM subsidi jenis Pertalite yang sebesar Rp 10.000 per liter dan Biosolar sebesar Rp 6.800 per liter.
BBM yang mengalami penyesuaian di antaranya harga Pertamax Turbo untuk wilayah DKI Jakarta per 18 April menjadi Rp 19.400 per liter, dari harga per 1 April 2026 sebesar Rp 13.100 per liter. Untuk harga Dexlite, ditetapkan sebesar Rp 23.600 per liter, naik dari 1 April 2026 yang sebesar Rp 14.200 per liter.
Untuk Pertamina Dex, harga ditetapkan menjadi Rp 23.900 per liter dari sebelumnya Rp 14.500 per liter. Harga sejumlah BBM ini juga tercatat mengalami penyesuaian di sejumlah provinsi lainnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·