Banjir di Puri Kembangan, warga singgung proyek pembangunan apartemen

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga Kembangan Selatan, Jakarta Barat, pada Selasa, menilai proyek pembangunan apartemen di sisi Jalan Outer Ring Road memperparah kondisi banjir di kawasan tersebut.

Pantauan ANTARA, proyek pembangunan apartemen itu terlihat jelas dari area yang tergenang banjir, dengan urugan tanah yang ditahan susunan batu.

Kemudian, di atas tanah urugan tersebut, sebuah alat berat ekskavator tengah beroperasi.

Menurut Wiwik, seorang warga RT 01 RW 01, Kembangan Selatan, proyek tersebut membuat banjir di kawasan setempat semakin parah.

"Ini (banjir) karena ada ini (proyek pembangunan apartemen). Semenjak ada penggalian ini, ada apartemen gitu lho ini," kata Wiwik kepada ANTARA di lokasi, Selasa.

Dia mengatakan banjir memang kerap merendam kawasan Jalan Outer Ring Road dan Kembangan Selatan.

Baca juga: Cegah banjir Puri Kembangan, Pemkot Jakbar bangun saluran 1.050 meter

Namun, banjir tersebut semakin parah dan semakin lama surut setelah adanya proyek apartemen itu.

"Dulu, mah, di sini lima tahun sekali, banjirnya juga nggak parah, adang-kadang aja, enggak setiap hujan tuh banjir. Ini kan sekarang malah (banjir), padahal enggak hujan, entah air dari mana," ucap Wiwik.

Bahkan, rumah Wiwik yang berada tak jauh dari lokasi proyek apartemen itu terendam banjir hingga sekitar satu meter.

"Malah di rumah saya juga banjir, bukan kerendem lagi itu, sekarang se-dengkul, kemarin se-dada," ujar Wiwik.

Senada, Ahmad Juliana (42), warga RT 09 RW 01 menyebutkan salah satu penyebab parahnya banjir di Kembangan, yakni proyek apartemen tersebut.

"Harusnya, ini (menunjuk area proyek) jalan untuk air ngalir. Nah, ini malah airnya enggak tertampung, akhirnya ke jalan, ke rumah," tutur Ahmad.

Merespons sorotan dan keluhan warga terkait area rawa penampungan air yang dijadikan lahan proyek, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat Mustajab menegaskan setiap pengembang memiliki kewajiban terkait tata kelola air yang harus dipenuhi.

"Sebenarnya, setiap ada pengembangan rawa itu ada kewajiban 30 persen itu untuk Ruang Terbuka Biru (RTB). Itu harus dilakukan," kata Mustajab setelah meninjau lokasi banjir di kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat, Selasa.

Baca juga: Pemkot terjunkan 12 truk sedot genangan banjir di Puri Kembangan

Dia pun menjanjikan pihaknya segera turun tangan untuk melakukan audit terhadap dokumen perizinan dan kesepakatan pengembang apartemen tersebut.

"Nanti, kita sebagai pengawas, ketataairan itu akan kita cek dari SIPPT-nya (Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah). Itu sesuai, enggak, yang dia sepakati kewajiban-kewajiban itu, dari segi itu," ungkap Mustajab.

Kendati demikian, dia menilai persoalan utamanya bukan terletak pada pengurukan lahan untuk pembangunan, tetapi kapasitas saluran air yang belum mampu mengalirkan debit air secara maksimal ke pembuangan akhir di Kali Angke.

"Bukan masalah pengerukannya. Secara sistem, ya, tetap harus kita perbaiki secara sistem. Dimensi saluran harus kita normalisasi sehingga volume yang datang dari dua inlet (saluran) tadi itu bisa memenuhi, bisa mengalir ke Kali Angke," terang Mustajab.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Barat berencana membangun saluran di pinggir Jalan Outer Ring Road menuju Kali Angke untuk mengatasi secara permanen masalah banjir di kawasan kolong tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1, Puri Kembangan.

"Salah satu upaya kami adalah melakukan pembuatan saluran. Saluran ini harus dilakukan secara simultan dan sekaligus paralel sampai ke Kali Angke. Jadi, ada sepanjang 1.050 meter," kata Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah di kawasan Puri Kembangan, Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan saluran itu akan selesai dibangun dalam empat bulan ke depan, dengan menerapkan skema pendanaan kolaboratif (creative financing).

"Empat bulan bisa kita selesaikan. Jadi, ada dukungan dari CSR (Corporate Sosial Responsibility) dan juga dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) atau Suku Dinas SDA (Sumber Daya Air)," papar Iin.

Baca juga: Puri Kembangan banjir, jasa gerobak raup keuntungan besar

Baca juga: Polisi lakukan rekayasa lalin imbas banjir di kolong Puri Kembangan

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.