Jayapura (ANTARA) - World Press Freedom Day (WPFD) 2026 yang berlangsung di Kota Jayapura, Papua menghasilkan Deklarasi Jayapura tentang pers berkualitas untuk masa depan Indonesia yang damai dan adil.
"Setidaknya ada dua substansi dalam deklarasi ini yaitu komitmen dari semua pihak untuk keberlanjutan dan kebebasan pers di tingkat lokal dan nasional," kata Anggota Komite Publisher Rights Sasmito pada penutupan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day 2026 di Kota Jayapura, Selasa.
Pihaknya mendorong Deklarasi Jayapura dapat ditindaklanjuti oleh kementerian lembaga terkait, pemerintah daerah, dan komunitas pers agar keberlanjutan dan kebebasan pers dapat terwujud sehingga masa depan Indonesia menjadi damai dan adil.
Ketua Komite Publisher Rights Suprapto mengajak semuanya pihak untuk mengawal terus agar deklarasi tidak berhenti setelah dibacakan hari ini.
"Yang lebih penting adalah komitmen para pemangku kepentingan termasuk platform digital untuk melaksanakan deklarasi tersebut. Pers juga harus terus mengawal implementasinya," katanya.
Sementara itu, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan pers memiliki peran penting sebagai penyampai informasi yang kredibel, penguat literasi publik, serta pengawal transparansi pembangunan.
"Momentum WPFD 2026 ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua, yaitu transformasi Papua baru yang maju dan harmonis," katanya.
Dia menambahkan pelaksanaan WPFD di Papua menegaskan bahwa kebebasan pers harus dirasakan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia termasuk di Provinsi Papua.
"Hal ini merupakan wujud komitmen kita terhadap demokrasi, keterbukaan, dan keadilan informasi bagi seluruh masyarakat," ujarnya.
Pihaknya mengajak semua pihak untuk terus memperkuat profesionalisme dan integritas jurnalistik, menjamin perlindungan terhadap jurnalis, serta membangun kolaborasi yang harmonis antara pemerintah, media, dan masyarakat.
Deklarasi tersebut dilakukan oleh insan pers, pimpinan media, pihak pemerintah, akademisi, mahasiswa, masyarakat dan pelajar pada kegiatan WPFD 2026 di Kota Jayapura.
Baca juga: Pemprov Papua dukung penguatan pers pada WPFD 2026 di Jayapura
Baca juga: Komite Publisher Rights dorong kebebasan pers di Papua lewat WPFD
Pewarta: Ardiles Leloltery
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·