SAMPIT, PROKALTENG.CO – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, membuat aktivitas warga terganggu. Bahkan, dua sekolah dasar terpaksa menerapkan sistem belajar dari rumah karena lingkungan sekolah masih tergenang air.
Berdasarkan laporan keadaan bencana banjir Kelurahan Kuala Kuayan, Kamis (21/5/2026), ketinggian air mencapai 37 sentimeter dari permukaan jalan dan menggenangi sejumlah fasilitas umum hingga kawasan permukiman warga.
Wilayah yang terdampak di antaranya Jalan Pelangkong, Jalan Kuala Kuayan–Tumbang Sapiri, Jalan Kuala Kuayan–Bawan Tanjung Jariangau, hingga Gang Rawa Indah. Selain itu, halaman SDN 2, SDN 3, SDN 4, serta PAUD RA Islamiyah juga ikut tergenang air.
Camat Mentaya Hulu, Edison, mengatakan kondisi banjir hingga kini masih menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan karena genangan belum sepenuhnya surut di beberapa titik rendah.
“Memang masih ada beberapa wilayah yang tergenang. Aktivitas masyarakat juga ikut terdampak, terutama akses jalan dan kegiatan sekolah,” katanya.
Ia menjelaskan, dua sekolah yakni SDN 02 dan SDN 03 untuk sementara masih menerapkan sistem belajar dari rumah demi keselamatan siswa.
Pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan instansi terkait untuk memantau perkembangan debit air.

“Karena itu sekolah yang terdampak masih belajar dari rumah sampai kondisi memungkinkan,” ujarnya.
Selain sekolah, fasilitas umum seperti Masjid Hidayatul Iman juga ikut terdampak genangan. Warga diminta tetap waspada apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, mengingat beberapa ruas jalan masih dipenuhi air.
Edison berharap kondisi cuaca membaik dalam beberapa hari ke depan agar debit air cepat surut dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati, terutama saat melintas di jalan yang masih tergenang,” tandasnya. (mif/kpg)
SAMPIT, PROKALTENG.CO – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, membuat aktivitas warga terganggu. Bahkan, dua sekolah dasar terpaksa menerapkan sistem belajar dari rumah karena lingkungan sekolah masih tergenang air.
Berdasarkan laporan keadaan bencana banjir Kelurahan Kuala Kuayan, Kamis (21/5/2026), ketinggian air mencapai 37 sentimeter dari permukaan jalan dan menggenangi sejumlah fasilitas umum hingga kawasan permukiman warga.
Wilayah yang terdampak di antaranya Jalan Pelangkong, Jalan Kuala Kuayan–Tumbang Sapiri, Jalan Kuala Kuayan–Bawan Tanjung Jariangau, hingga Gang Rawa Indah. Selain itu, halaman SDN 2, SDN 3, SDN 4, serta PAUD RA Islamiyah juga ikut tergenang air.

Camat Mentaya Hulu, Edison, mengatakan kondisi banjir hingga kini masih menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan karena genangan belum sepenuhnya surut di beberapa titik rendah.
“Memang masih ada beberapa wilayah yang tergenang. Aktivitas masyarakat juga ikut terdampak, terutama akses jalan dan kegiatan sekolah,” katanya.
Ia menjelaskan, dua sekolah yakni SDN 02 dan SDN 03 untuk sementara masih menerapkan sistem belajar dari rumah demi keselamatan siswa.
Pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan instansi terkait untuk memantau perkembangan debit air.
“Karena itu sekolah yang terdampak masih belajar dari rumah sampai kondisi memungkinkan,” ujarnya.
Selain sekolah, fasilitas umum seperti Masjid Hidayatul Iman juga ikut terdampak genangan. Warga diminta tetap waspada apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, mengingat beberapa ruas jalan masih dipenuhi air.
Edison berharap kondisi cuaca membaik dalam beberapa hari ke depan agar debit air cepat surut dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati, terutama saat melintas di jalan yang masih tergenang,” tandasnya. (mif/kpg)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·