Banjir Rendam Sukoharjo dan Surakarta Ratusan Warga Mengungsi

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Luapan sejumlah anak sungai Bengawan Solo merendam pemukiman dan jalan lintas di Kabupaten Sukoharjo serta Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Rabu (15/4/2026) pagi. Insiden ini mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang mengular hingga dua kilometer dan memaksa sedikitnya 109 warga untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi memicu meluapnya Kali Jenes sejak Selasa (14/4) pukul 22.00 WIB. Dampak banjir ini meluas ke delapan kelurahan di tiga kecamatan di Surakarta, yang mencakup total 715 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Kondisi lalu lintas di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, mengalami kelumpuhan total pada Rabu pagi akibat genangan air yang cukup tinggi di badan jalan. Arus kendaraan dari arah Patung Soekarno menuju Kota Solo ditutup sementara oleh warga setempat guna menghindari risiko mogok atau kecelakaan bagi pengendara.

Kemacetan dilaporkan memanjang dari persimpangan Patung Pandawa hingga Patung Soekarno. Jalur dari arah Solo menuju Sukoharjo terpaksa dialokasikan menjadi dua arah karena sisi jalan lainnya tidak dapat dilalui, sehingga membuat kendaraan hampir tidak bergerak dalam waktu lama.

"Dari Patung Pandawa sampai Patung Soekarno biasanya cuma 3 menit saat kondisi normal. Sekarang sampai satu jam," kata Suyanto, seorang pengendara motor yang terjebak di lokasi kemacetan sebagaimana dilansir detikJateng.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merinci bahwa titik pengungsian tersebar di beberapa lokasi seperti Masjid Al-Furqon, Balai Warga RW 14 Totosari, dan Gedung TK di Kelurahan Bumi. Tim gabungan telah dikerahkan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah.

Camat Grogol, Herdis Kurnia Wijaya, menjelaskan bahwa banjir di Sukoharjo disebabkan ketidakmampuan sejumlah sungai menampung debit air, termasuk Kali Mranggen, Kali Kembang, dan saluran irigasi di depan RS dr. Oen. Hingga saat ini, tinggi muka air dilaporkan masih bertahan di kisaran 50 hingga 80 sentimeter di beberapa pemukiman.