Bank Muamalat bidik pembiayaan sektor SME tumbuh 30 persen tahun ini

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menargetkan pertumbuhan pembiayaan ke sektor small medium enterprise (SME) pada tahun ini, dapat mencapai kisaran 30 persen (year on year/yoy) dibandingkan realisasi pada 2025.

Adapun hingga Desember 2025, outstanding pembiayaan SME yang telah disalurkan perseroan nilainya mencapai Rp2,9 triliun, tumbuh 24 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyatakan optimismenya bahwa target tersebut diyakini dapat dicapai perseroan melalui sejumlah strategi.

Langkah strategi dimaksud di antaranya fokus pada target market pada ekosistem pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.

Bank Muamalat turut mengoptimalkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan maupun jaringan yang dimiliki. Pendekatan ini diharapkan dapat menghadirkan inovasi dan meningkatkan produktivitas.

Aspek digitalisasi juga terus dikembangkan untuk menciptakan efektifitas dan kecepatan proses pembiayaan. Langkah ini dibarengi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, syariah dan humanis sebagai fondasi penting pengembangan pembiayaan segmen SME.

Ricky mengatakan, SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Selain itu, sektor ini juga mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik.

“Untuk itu, Bank Muamalat terus berupaya memperluas jangkauan pembiayaan SME ke nasabah. Salah satunya dengan mengoptimalkan jaringan kantor yang dimiliki dan digitalisasi untuk kecepatan proses pembiayaan,” ujar dia.

Ricky menjelaskan bahwa saat ini perseroan memiliki 224 kantor cabang, termasuk satu kantor cabang di Kuala Lumpur, Malaysia.

Selain optimalisasi jaringan kantor, perseroan juga menyiapkan produk pembiayaan syariah yang relevan dengan kebutuhan nasabah.

Perseroan menyatakan, digitalisasi proses pembiayaan menjadi perhatian serius untuk meningkatkan aksesibilitas calon nasabah di berbagai daerah, khususnya yang belum tersentuh layanan kantor cabang.

“Kami turut memberikan margin yang kompetitif untuk memastikan keberlangsungan usaha di tengah persaingan pasar,” kata Ricky.

Dari sisi kualitas aset, Bank Muamalat berkomitmen menjaga rasio non-performing financing (NPF) pada level yang sesuai dengan ketentuan regulator. Per akhir 2025, rasio NPF pada sektor SME hanya tercatat 0,07 persen.

Perseroan memastikan, pihaknya fokus pada kualitas portofolio yang sehat sesuai dengan risk appetite yang acceptable, di mana sektor yang menjadi fokus penyaluran pembiayaan SME yakni pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.

Baca juga: BSI catat laba naik 17,1 persen jadi Rp2,2 triliun pada kuartal I 2026

Baca juga: Akses pembiayaan yang buka jalan usaha wingko babat berkembang

Baca juga: OJK: Pembiayaan multifinance capai Rp514,09 triliun per Maret 2026

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.