Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung Pakan digulirkan dengan menyasar sekitar 5 ribu peternak guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pakan ternak nasional.
"Total alokasi penyaluran (SPHP jagung) sebanyak 242 ribu ton dan dapat berlangsung hingga akhir 2026," kata Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Dia menyampaikan 5 ribu peternak yang terdiri dari skala mikro, kecil dan menengah dengan total populasi 53 juta ekor unggas pada 26 provinsi menjadi sasaran SPHP jagung pakan sepanjang tahun 2026.
Maino mengatakan daftar peternak penerima tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026 tanggal 31 Maret 2026.
"Tentu ini cukup besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya 17 provinsi. Artinya provinsi lain yang selama ini mungkin belum terinformasikan atau belum mengajukan, di tahun 2026 ini sudah terakomodir dalam SK Kementerian Pertanian," terang Maino.
"Ini targetnya sampai akhir tahun 2026 karena kita mempertimbangkan para peternak kecil. Kan ini memang tergantung kemampuan finansialnya untuk pengadaan atau pembelian jagung yang juga yang cukup terbatas," tambah Direktur Bapanas Maino.
Baca juga: Bapanas pacu SPHP beras dan jagung jaga stabilitas harga pangan
Baca juga: Dirut Bulog tegaskan siap salurkan SPHP jagung 500 ribu ton di 2026
Adapun untuk tahapan ini diestimasi akan disalurkan sebanyak 213,1 ribu ton, sehingga masih ada sisa alokasi sekitar 28,8 ribu ton.
Sisa alokasi tersebut untuk mengantisipasi tambahan usulan peternak baru, misalnya peternak babi yang masih dalam proses pengajuan secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota.
Sementara harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas antara lain Rp5.000 per kg dengan pengambilan di gudang Bulog dan harga maksimal di Rp5.500 per kg di tingkat peternak.
Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam SK Menteri Pertanian.
Terhadap penyaluran ke wilayah sentra produksi jagung harus mempertimbangkan periode panen raya, kondisi harga jagung di tingkat petani dan juga di tingkat peternak, agar tidak berimplikasi negatif terhadap harga jagung yang terlalu dalam di tingkat petani daerah setempat.
Dalam pantauan Bapanas, harga jagung di tingkat peternak telah mencapai Rp6.758 per kg atau 16,52 persen melebihi Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen. Fluktuasi harga pakan peternak harus dijaga pemerintah karena dapat merembet ke harga telur ayam ras dan daging ayam ras.
Bapanas memastikan penugasan kepada Perum Bulog telah terbit. Selain itu, verifikasi data penerima program SPHP jagung juga telah selesai dilaksanakan bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.
"Seiring kenaikan harga jagung di tingkat peternak dan panen raya mungkin sebagian sudah selesai, Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk penyaluran SPHP jagung dan tentunya minggu ini mudah-mudahan bisa segera tersalurkan," katanya.
Baca juga: Dirut Bulog sebut distribusi jagung SPHP pada 2025 capai 51.211 ton
Baca juga: Pemerintah siap salurkan SPHP jagung 500 ribu ton pada 2026
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·