Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Pungkas Bahjuri Ali menyatakan penyelenggaraan haji dan umrah saat ini mengalami pergeseran paradigma.
“Penyelenggaraan haji dan umrah saat ini telah mengalami pergeseran paradigma, dari pendekatan sektoral menjadi ekosistem ekonomi yang terintegrasi dan lintas sektor,” katanya dalam Kick-off Meeting Penyusunan Desain Besar Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Paradigma penyelenggaraan haji dan umrah disebut telah bergeser dari sektoral-ritualistik menuju ekosistem ekonomi terintegrasi, yang berarti aktivitas spiritual diposisikan sebagai penggerak utama untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep pilgrimage economy, yaitu perjalanan ibadah tak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi berskala besar lintas sektor dan lintas negara. Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah jemaah, khususnya umrah yang tumbuh hampir 70 persen dalam tiga tahun terakhir dan mencapai sekitar 1,7 juta jemaah pada 2025.
Dalam konteks ini, Bappenas menyusun desain besar pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi ekonomi domestik, sekaligus menekan aliran nilai ekonomi ke luar negeri dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Pihaknya merumuskan desain besar yang holistik dan end-to-end, mencakup seluruh rantai nilai dari hulu hingga hilir, mulai dari layanan di dalam negeri hingga integrasi dengan ekosistem global. Pengembangan ini didukung penguatan pilar regulasi dan kelembagaan, industri dalam negeri, kemitraan internasional, sistem keuangan, serta integrasi data dan digitalisasi.
“Indonesia tidak hanya menjadi pasar jemaah, tetapi juga menjadi aktor yang harus mampu mengambil peran dalam rantai nilai global haji dan umrah. Besarnya potensi ekonomi tersebut perlu dikelola secara optimal agar tidak menimbulkan inefisiensi,” ungkap Pungkas.
Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas Didik Darmanto menyampaikan bahwa Indonesia memiliki skala ekonomi haji dan umrah yang sangat besar.
Tercatat, sekitar 221 ribu jemaah haji dan 1,6–2 juta jemaah umrah per tahun, dengan perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp40 triliun. Namun, sekitar 80 persen nilai tersebut masih mengalir ke luar negeri.
“Persoalan kita bukan pada ketiadaan potensi, tetapi pada belum terbangunnya ekosistem yang terintegrasi. Berbagai sektor pendukung masih berjalan secara terfragmentasi sehingga nilai tambah ekonomi belum sepenuhnya dapat dinikmati di dalam negeri,” ujar Didik.
Baca juga: Bappenas: Kemajuan bangsa bergantung pada kualitas data yang dimiliki
Baca juga: Menteri PPN: Pendidikan jadi fondasi pembangunan jangka panjang
Baca juga: Kepala Bappenas dorong transformasi ekonomi berbasis ilmu pengetahuan
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·