Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard menyatakan transformasi ekonomi harus tercermin dalam struktur produksi dan ekspor nasional.
“Transformasi ekonomi itu pada akhirnya harus tercermin dalam transformasi struktur produksi dan juga transformasi dalam struktur ekspor nasional,” ucapnya dalam agenda Peluncuran Dashboard Potensi Ekspor Indonesia di Jakarta, Senin.
Dia menyampaikan ekspor Indonesia didominasi komoditas dan produk pada karya, sehingga perlu didorong menuju produk dengan kompleksitas dan berteknologi tinggi.
Kendati selama dua dekade terakhir kinerja ekspor Indonesia terus bertumbuh, tetapi belum sepenuhnya diikuti daya saing dan kompleksitas yang kuat.
Tercatat, dari 5.199 produk ekspor, baru sekitar 1.041 produk yang kompetitif di pasar global, sementara struktur ekspor masih didominasi komoditas dan produk padat karya.
Karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih terarah untuk mendorong produk berkompleksitas tinggi agar menjadi motor baru pertumbuhan ekspor Indonesia.
“Ini menunjukkan bahwa pekerjaan rumah kita masih sangat besar, karena itu kita perlu terus bergerak menuju penguatan industri di bidang manufaktur hilirisasi yang lebih dalam. Oleh karena itu, di titik itulah sebetulnya nilai tambah tercipta dan di situlah produktivitas tumbuh dan di situlah daya saing sebuah bangsa dibangun dalam jangka yang panjang,” ujar Wamen PPN.
Menurut dia, Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, kuat, dan mampu mengubah sumber daya menjadi nilai tambah menjadi industri, inovasi, dan pada ujungnya menjadi produk yang memiliki daya saing global.
“Saya tidak hanya bicara apa yang semata-mata kita ekspor, tapi kita harus melihat dalam spektrum yang lebih luas bagaimana kedudukan kita di dalam percaturan perdagangan dunia,” kata Febrian.
Baca juga: Bappenas: Dashboard Potensi Ekspor perluas akses informasi perdagangan
Baca juga: Wamendag usul Dashboard Potensi Ekspor "dikawinkan" dengan InaExport
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·