Bappisus Pastikan Anggaran Makan Bergizi Gratis Terencana dan Terukur

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, memberikan klarifikasi mengenai polemik anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) pada acara APPMBGI National Summit di Jakarta Timur, Sabtu (25/4/2026). Ia menegaskan bahwa seluruh alokasi dana telah melalui perhitungan matang untuk merespons kritik publik yang viral di media sosial.

Klaim mengenai penggunaan dana yang tidak teratur dibantah secara langsung oleh pihak Bappisus. Dilansir dari Detikcom, Aris memastikan bahwa setiap tahapan perencanaan anggaran dilakukan dengan koordinasi lintas pemangku kepentingan guna menjamin ketepatan sasaran program tersebut.

"Nggak ada (ugal-ugalan), semuanya sudah dihitung ya diukur dengan baik, dimasak dengan baik, digodok dengan baik, dikoordinasikan dengan semua stakeholder," kata Aris Marsudiyanto, Kepala Bappisus.

Pihak otoritas menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu merasa cemas terkait pengelolaan biaya program unggulan ini. Aris menekankan bahwa efisiensi tetap menjadi prioritas dalam penyusunan rencana anggaran yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

"Jadi semua biaya MBG itu semuanya sudah ya terencana ya, jadi tidak usah khawatirlah," ujar Aris Marsudiyanto, Kepala Bappisus.

Terkait potensi penyalahgunaan dana, Bappisus berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan dan investigasi secara berkelanjutan. Langkah tegas akan diambil jika ditemukan bukti adanya penyelewengan atau ketidakberesan dalam realisasi anggaran di lapangan demi menjaga integritas program nasional tersebut.

"Kalau ada penyelewengan-penyelewengan ada yang tidak benar kita selalu mengawasi, yang tidak baik kita tindak, yang tidak benar ya kita bereskan semuanya, ya kita tertibkan. Karena ini program ini luar biasa, kita sudah 60-an juta lebih dalam tempo kurang lebih satu tahun lebih sedikit ya, sementara Brazil saja ya itu perlu 11 tahun untuk 40 juta penerima manfaat," ujarnya Aris Marsudiyanto, Kepala Bappisus.

Sebelumnya, penggunaan anggaran oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan masyarakat setelah muncul laporan mengenai beberapa pengadaan yang dinilai berlebihan. Hal ini mencakup belanja motor listrik, kaos kaki, hingga alokasi biaya pertemuan daring atau Zoom yang dianggap memiliki nilai fantastis.