Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersama Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin meninjau langsung pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga bantaran rel Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Sabtu (25/4/2026) pagi. Fasilitas tempat tinggal yang berlokasi 500 meter dari rel kereta tersebut dibangun untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat terdampak.
Dilansir dari Detikcom, pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan mendadak Presiden Prabowo Subianto ke kawasan pemukiman kumuh tersebut pada Maret lalu. Pemerintah menargetkan relokasi warga ke 324 unit hunian yang telah dilengkapi fasilitas dasar guna meningkatkan kualitas hidup penghuni.
"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo, pemerintah sedang membangun hunian yang layak dan nyaman bagi warga yang selama ini masih harus tinggal tepat di pinggir rel kereta api, khususnya di kawasan Pasar Senen, hanya 2 km dari pusat ibu kota. Sejak puluhan tahun lalu, masih banyak warga yang tinggal di pinggir rel kereta, tanpa atap yang layak, tidak memiliki fasilitas air bersih dan fasilitas MCK," kata Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.
Kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dengan sejumlah BUMN mempercepat proses pengerjaan fisik di lapangan. Teddy menekankan bahwa proyek ini merupakan awal dari rencana penataan kawasan serupa di wilayah lain secara bertahap.
"Pembangunan pun dilaksanakan dengan cepat, berkat kerjasama yang erat antara Kementerian Perumahan dan beberapa BUMN terkait. Penataan pemukiman menjadi lebih layak juga akan dilakukan di tempat lain secara bertahap dan berkala," ujar Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.
Langkah cepat ini diambil pemerintah setelah Presiden mendengarkan langsung keluhan warga mengenai keterbatasan akses air bersih dan sanitasi. Instruksi pembangunan segera dikeluarkan melalui rapat terbatas segera setelah peninjauan lokasi dilakukan oleh kepala negara.
"Menurut penyampaian warga, mereka sudah tinggal puluhan tahun di pinggir rel dengan hunian serta atap terbatas. Dan Bapak Presiden ingin agar warga tersebut dapat dibuatkan tempat tinggal dan MCK yang layak untuk ditempati sesegera mungkin," ungkap Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.
Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa setiap unit hunian telah dirancang untuk memenuhi standar kenyamanan minimal bagi satu keluarga. Fasilitas pendukung seperti ruang terbuka hijau dan tempat ibadah juga disiapkan di area relokasi tersebut.
"Satu unit huntara akan dilengkapi dua tempat tidur, lemari, dan kipas angin. Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti tempat makan, WC, dapur, mushola, dan ruang terbuka hijau," kata Maruarar Sirait, Menteri PKP.
Target penyelesaian proyek dipatok pada 15 Juni 2026 dengan pengawasan ketat terhadap ketersediaan utilitas seperti listrik dan air. Koordinasi lintas sektor kini sedang diintensifkan untuk mengatasi kendala teknis jaringan distribusi di lokasi baru.
"Memang ada beberapa hal seperti PDAM, saya akan langsung berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta. Untuk PLN dan Telkom, akan saya koordinasikan dengan Pak Rosan dan Pak Doni. Ini harus kita selesaikan sebelum 15 Juni," jelas Maruarar Sirait, Menteri PKP.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·