Peristiwa tersebut terjadi ketika korban tengah menanam kelapa sawit di area perkebunan pada Minggu 17 Mei 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan langsung bergerak cepat dengan menerjunkan petugas ke lokasi untuk memastikan keberadaan dan pola pergerakan satwa liar tersebut.
“Kita turun, hari ini petugas sudah berangkat ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan,” ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumsel, Yusmono, Senin 18 Mei 2026.
Menurut Yusmono, kawasan tersebut memang beberapa kali dilaporkan menjadi lokasi kemunculan beruang liar. Kondisi itu mengindikasikan bahwa area sekitar masih menjadi habitat alami satwa tersebut.
“Bisa jadi daerah tersebut memang habitat beruang,” kata Yusmono, dikutip dari RMOLSumsel.
BKSDA mengimbau masyarakat, khususnya para petani yang beraktivitas di kebun dan ladang, agar meningkatkan kewaspadaan.
Yusmono menjelaskan, secara alami beruang tidak menyerang manusia kecuali dalam kondisi tertentu, seperti merasa terancam atau sedang melindungi anaknya.
“Biasanya serangan terjadi karena sama-sama terkejut saat bertemu. Satwa liar akan refleks membela diri, apalagi jika sedang bersama anaknya,” pungkas Yusmono.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·