BGN luncurkan SPPG modular daerah 3 T di Lombok Utara

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Lombok Utara, NTB (ANTARA) - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah 3 T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di Indonesia yang dipusatkan di Desa Genggelang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa sore.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan secara nasional pemerintah menargetkan membangun 9.000 SPPG di daerah 3 T di seluruh wilayah Indonesia mulai dari Sabang sampai Marauke.

"Dari 9.000 SPPG, sebanyak 1.400 sudah selesai dibangun dan masih ada 7.000 yang akan dibangun," ujarnya pada wartawan usai meresmikan SPPG modular yang diinisiasi PT Krakatau Stell di Desa Genggelang, Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara.

Ia mengatakan pembangunan SPPG di daerah 3 T ini diharapkan dapat memperkuat kehadiran negara di wilayah dengan kepadatan penduduk rendah. Di mana untuk satu SPPG di daerah 3 T akan melayani penerima manfaat di bawah 1.000 orang.

"Sasaran operasional untuk dapur reguler serupa dengan dapur khusus. Perbedaan utama adalah jumlah penerima per titik. Contoh kalau reguler dialokasikan melayani 2.000-3.000 penerima," katanya.

"Sedangkan di wilayah terpencil dalam satu titik bisa melayani di di bawah 1.000 penerima. Pembentukannya pun bukan berbasis kuota nasional tetapi berbasis kebutuhan daerah," sambung Dadan Hindayana.

Baca juga: BGN wajibkan seluruh SPPG tambah penerima MBG 3B dalam dua minggu

Kepala BGN menegaskan untuk penentuan daerah 3 T dilakukan oleh satuan tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap daerah baik itu provinsi dan kabupaten berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.

"Pemda juga menentukan pelaksana pembangunan. Sedangkan, BGN akan menerbitkan SK untuk sinkronisasi dan sinergi antar pemangku kepentingan," ujarnya disaksikan Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, Ketua Satgas MBG NTB, Fathul Gani.

Menurut dia, sesuai dengan target Program MBG ini akan melayani sekitar 79-80 juta penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia, dengan 3 juta di antaranya berada di daerah 3 T. Sedangkan, untuk daerah perkotaan jumlah SPPG yang sudah terbangun mencapai 28.390 dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani mencapai 62,1 juta jiwa.

"Alhamdulillah, meski program ini baru terbentuk 1 tahun 4 bulan sudah melayani 62,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Ini program tercepat yang dilakukan di seluruh dunia. Karena Brazil saja untuk 40 juta butuh waktu 11 tahun. Ini berkat kontribusi dan partisipasi seluruh masyarakat Indonesia dalam memenuhi gizi anak-anak mulai dalam kandungan sampai usia 18 tahun," katanya.

Baca juga: Wamenkes: Delapan miliar lebih porsi MBG dibagikan sejak Januari 2025

Sementara itu Komisaris Independen PT Krakatau Steel, Willgo Zainar mengatakan SPPG modular ini merupakan bentuk kontribusi Krakatau Steel dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

"Kalau yang di bangun oleh Krakatau Steell di NTB, totalnya ada 13 unit, 7 untuk Kabupaten Lombok Utara, 6 di antaranya sudah siap dan sisanya di Sumbawa. Kapasitas operasional kurang lebih 830 orang untuk satu SPPG, khusus di daerah 3 T," ujar Ketua HKTI NTB ini.

Ia mengatakan SPPG modular yang di bangun oleh Krakatau Steel berukuran 18 x 10 sehingga tidak membutuhkan lahan yang luas.

"Semua unit dibangun modular sehingga skala dapur dapat diubah mengikuti unitnya," katanya.

Di NTB sendiri, total dapur SPPG modular wilayah 3T yang direncanakan dibangun mencapai 136 unit. Kabupaten Sumbawa menjadi daerah dengan jumlah terbanyak yakni 51 unit, disusul Lombok Utara 21 unit, Kabupaten Bima 20 unit, Lombok Timur 17 unit, Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa Barat masing-masing 10 unit, Dompu empat unit, Lombok Tengah dua unit, dan Kota Bima satu unit.

Baca juga: Kepala BGN prioritaskan motor untuk distribusi MBG di pedesaan

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.