Bank Indonesia (BI) membuka peluang perluasan kerja sama pembayaran lintas negara berbasis QRIS ke Vietnam dan Filipina. Saat ini, layanan pembayaran QRIS antarnegara telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Jepang, dan Singapura di kawasan Asia.
Kepala Perwakilan Kantor BI Singapura, Widi Agustin S, mengatakan kedua negara tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan sistem pembayaran lintas batas ke depan.
“Kita coba lihat peluangnya, bagaimana nanti dengan Filipina, juga dengan Vietnam. Kami masih melihat ini negara-negara yang punya potensi untuk bisa dikembangkan ke depan. Kita akan pelajari, kita akan lihat peluang ternyata sama,” ujar Widi di sela-sela gelaran World of Coffee di Bangkok, Thailand, Kamis (7/5).
Menurut dia, perluasan kerja sama QRIS antarnegara tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur pembayaran di masing-masing negara. BI juga membuka peluang kerja sama dengan lebih banyak platform pembayaran digital di Thailand selain PromptPay.
“Nah ini sementara ini dengan PromptPay, kita coba tingkatkan dari sisi pengguna dan dari sisi merchant, nanti mungkin kita bisa evaluasi lagi, dan kalau ada peluang untuk bisa bekerja sama dengan lebih banyak, maksudnya sistem pembayaran yang lain, kita coba kembangkan,” jelasnya.
Penggunaan QRIS Bikin Rupiah Menguat
Widi menambahkan penggunaan QRIS lintas negara turut mendukung penguatan nilai tukar rupiah karena transaksi dilakukan langsung menggunakan mata uang lokal atau local currency transaction.
"Nah ini kan ada nanti mengurangi juga permintaan terhadap mata uang yang cukup kuat ya, dolar, jadi ini nanti bisa juga membuat Rupiah semakin menguat,” ujar dia.
Menurut Widi, mekanisme tersebut dapat membantu memperkuat posisi rupiah dalam transaksi internasional, khususnya di kawasan regional.
Senada, Duta Besar RI untuk Thailand, Hari Prabowo, mengatakan masyarakat Thailand memiliki karakter yang sangat terbuka terhadap transformasi digital dan pembayaran non-tunai.
Dia menjelaskan interoperabilitas antara QRIS dan PromptPay membuat sistem pembayaran Indonesia kini bisa diterima di banyak toko di Thailand. Menurut dia, perluasan penggunaan QRIS tidak hanya memudahkan wisatawan kedua negara dalam bertransaksi, tetapi juga mendukung stabilitas moneter Indonesia.
“Warga Thailand maupun warga asing yang kemudian menggunakan QRIS mereka langsung bertransaksi dengan local currency dalam hal ini rupiah gitu ya dan kemudian berdampak langsung bagi stabilitas moneter Indonesia,” tutur Hari.
Sementara itu, berdasarkan catatan Bank Indonesia, Malaysia menjadi negara dengan penggunaan QRIS terbanyak disusul Thailand, Singapura, dan Jepang.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·