Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya kepemimpinan daerah yang berlandaskan ideologi kuat serta strategi terarah saat memberikan kuliah umum di Universitas Sumatera Utara, Medan, Kamis (30/4/2026). Arahan ini bertujuan agar kebijakan pemerintah daerah tetap konsisten dan memiliki keberlanjutan jangka panjang.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Jumat (1/5/2026), Bima menjelaskan bahwa seorang kepala daerah wajib memiliki landasan nilai yang mendasar dalam menjalankan roda pemerintahan. Tanpa ideologi pembangunan yang jelas seperti prinsip ramah lingkungan dan inklusivitas, seorang pemimpin dinilai akan mudah goyah dalam mengambil keputusan.
"Jadi pemimpin itu harus punya ideologi. Harus punya pemikiran yang paling mendasar tentang nilai yang diyakini. Kalau enggak maka pemimpin itu akan terombang ambing," tegas Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri.
Mantan Wali Kota Bogor tersebut menambahkan bahwa ideologi yang kuat harus diimbangi dengan penurunan nilai ke dalam strategi yang nyata. Menurutnya, pemenuhan harapan publik merupakan tugas utama yang harus diwujudkan secara bertahap melalui langkah-langkah konkret di lapangan.
"Pemimpin itu kan adalah agen harapan. Kalau harapan itu enggak dipenuhi, selesai pemimpin itu. Karena itu istilah saya adalah mencicil harapan," ujar Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri.
Kemampuan mengelola berbagai kepentingan politik dan sosial juga menjadi poin yang disoroti oleh Bima. Ia mengingatkan bahwa setiap pemimpin harus memiliki batasan toleransi yang tegas agar tidak melanggar hati nurani dan nilai-nilai dasar yang dipegang selama menjabat.
"Menjadi pemimpin itu harus punya ambang batas. Sejauh mana kita punya toleransi terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan hati nurani dan nilai," jelas Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri.
Selain faktor nilai personal, kesuksesan kepemimpinan disebut sangat bergantung pada kemampuan membangun dukungan dari kelas menengah hingga jajaran birokrasi. Bima menyatakan bahwa soliditas tim dan pemahaman terhadap karakter aparatur merupakan kunci utama dalam mengeksekusi program pembangunan secara efektif.
"Poin yang ingin saya sampaikan adalah, bagi seorang pemimpin, ada waktunya untuk menjadi kakak, menjadi adik, menjadi teman. Tapi ada saatnya untuk menjadi bapak yang tegas dan tega. Pemimpin itu sebaik-baik pun tetap harus punya killer instinct. Harus tega demi satu prinsip. Harus berani demi nilai-nilai yang diyakini," pungkas Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·