BKSDA Sumbar evakuasi harimau terjerat di Pasaman 

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Lubuk Basung (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengevakuasi satu individu harimau sumatra terkena jerat babi di Jorong Lima Sumpadang, Nagari Padang Mantigi Utara, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Kamis.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar Antonius Vevri di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan satwa dilindungi dengan nama latin Panthera tigris sumatra itu, terkena jerat pada bagian leher empat buah dan satu jeratan pada bagian kaki depan.

"Lima jerat yang melilit di leher dan kaki depan berhasil kita lepas dan langsung kita evakuasi sekitar pukul 16.00 WIB," katanya.

Selanjutnya harimau dibawa ke Tempat Perawatan Satwa BKSDA Sumbar di Padang untuk observasi dan perawatan selama beberapa hari ke depan.

Baca juga: BBKSDA Riau pasang kamera pemantau harimau sumatra di areal PT PHR

Sebelumnya, BKSDA Sumbar mendapatkan laporan terkait adanya harimau terkena jerat dari Polsek Rao.

Setelah mendapatkan laporan itu, Tim BKSDA Sumbar bersama Centre for Orangutan Protection (COP) dan Patroli Anak Nagari (Pagari) menuju lokasi.

Setelah itu, Tim BKSDA Sumbar, COP, Pagari, Polsek Rao dan masyarakat setempat mengevakuasi satwa tersebut.

"Kita mengevakuasi satwa tersebut setelah diberi bius oleh tim medis," katanya.

Dengan kejadian itu, ia mengimbau warga tidak memasang jerat babi di lokasi perkebunan yang berdampak terhadap satwa dilindungi berupa harimau sumatera, beruang dan lainnya.

Salah seorang warga Rao Pasaman Lima Sumpadang Juliati (38) mengatakan pertama kali melihat harimau terjerat saat pergi ke kebun, Kamis, sekitar pukul 08.00 WIB.

Setelah melihat harimau terjerat, ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke anggota Polsek Rao.

"Saya kaget melihat anak harimau terkena jerat dan langsung menuju pemukiman untuk dilaporkan ke anggota Polsek Rao," katanya.

Baca juga: Dua anak harimau sumatra lahir dari induk penyintas jerat di Lampung

Baca juga: BKSDA Sumbar: Jejak satwa liar di Koto Sani milik harimau sumatra

Pewarta: Altas Maulana
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.