Gubernur Sumatera Utara Tolak Pengajuan Proyek Janggal Ratusan Miliar

Sedang Trending 47 menit yang lalu

Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menolak menandatangani sejumlah pengajuan proyek dari Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Kamis (21/5/2026). Penolakan ini dilakukan karena usulan program tersebut dinilai tidak masuk akal dan terindikasi mengalami penggelembungan anggaran.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah memperketat pengawasan agar tidak terjadi pemborosan anggaran maupun praktik permainan proyek. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, banyak pihak berupaya meloloskan proyek tertentu dengan memanfaatkan momentum pemberian ucapan selamat untuk meminta persetujuan gubernur.

"Ada yang datang ngucapin selamat, habis itu minta tanda tangan. Saya bilang, ini proyek apa? Kok tiba-tiba sudah ada di meja saya," ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).

Salah satu proyek yang menjadi sorotan utama adalah rencana pembangunan fisik gedung dengan anggaran fantastis mencapai Rp 484 miliar. Proyek bernilai besar tersebut kedapatan diajukan tanpa adanya presentasi detail mengenai konsep pembangunan ataupun rincian alokasi dana.

"Gedungnya nggak pernah dipaparkan, nggak pernah diekspos, tiba-tiba minta diteken. Nilainya sampai ratusan miliar. Saya tolak," tutur Bobby.

Pemeriksaan ketat kini diberlakukan terhadap seluruh berkas pengajuan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bobby menegaskan tidak akan memberikan dispensasi atau persetujuan terhadap program yang tidak memiliki kajian jelas dan terkesan dimahalkan.

"Saya nggak mau tanda tangan kalau prosesnya nggak jelas. Semua harus transparan dan masuk akal," ungkap Bobby.

Pihak OPD di lingkungan Pemprov Sumut kini diminta untuk menghentikan pengajuan program-program yang janggal. Penekanan juga diberikan agar jajaran dinas tidak mengandalkan kedekatan politik demi mendapatkan persetujuan anggaran daerah.

"Setiap program pembangunan harus benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran daerah," tutup Bobby.