Solok (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar memastikan jejak satwa liar yang ditemukan warga di Nagari (Desa) Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok merupakan jejak harimau sumatra dewasa.
Kepala BKSDA Sumbar Hartono melalui keterangan tertulis yang diterima di Solok, Selasa, mengatakan, dari kegiatan verifikasi yang telah dilakukan ditemukan tanda-tanda keberadaan atau kemunculan harimau sumatra berupa bekas jejak di sekitar permukiman dan perladangan warga.
Jejak yang ditemukan berukuran lebih kurang 8 cm. Berdasarkan sebaran ukuran jejak yang relatif seragam, diperkirakan harimau sumatra yang berkeliaran di sekitar permukiman warga itu hanya satu individu dewasa.
Menindaklanjuti penemuan tersebut tim BKSDA Sumbar langsung turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi dan penanganan.
"Kegiatan verifikasi telah dilakukan sejak Sabtu (18/4) dengan didampingi perwakilan pemerintah nagari," katanya.
Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah adanya laporan resmi dari wali nagari terkait kemunculan harimau di area permukiman dan perladangan warga.
Baca juga: BBKSDA Riau temukan jejak kaki harimau sumatra di Siak
Selain itu, selama kemunculan tersebut dilaporkan ada tiga ekor anjing peliharaan warga yang telah menjadi korban.
Lebih lanjut ia menyampaikan, sebagai langkah penanganan tim BKSDA melakukan penghalauan menggunakan meriam karbit.
Penghalauan dilakukan dari area permukiman dan ladang warga, diarahkan kembali ke habitat alaminya di kawasan Suaka Margasatwa Barisan.
“Kami juga memberikan sosialisasi kepada warga terkait upaya pencegahan untuk meminimalkan interaksi negatif dengan satwa liar,” ujarnya.
Ia juga mengimbau agar warga beraktivitas secara berkelompok, menghindari kegiatan di malam hari, membuat suara bising saat berada di luar rumah, serta mengamankan hewan ternak dan peliharaan di dalam kandang.
“Langkah-langkah ini penting untuk mengurangi potensi konflik antara manusia dan satwa liar,” ujar dia.
Baca juga: BBKSDA Riau pasang kamera pemantau harimau sumatra di areal PT PHR
Baca juga: Harimau sumatra mangsa sapi warga di Aceh Timur
Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·