Lubuk Basung (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menyiapkan opsi tembak bius untuk evakuasi harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang sempat mendekati warga di Matua Katiak, Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matua, Kabupaten Agam, Selasa (5/5).
"Kita menyiapkan tembak bius dan ini opsi yang kita lakukan untuk evakuasi harimau sumatra yang sempat mendekati sekelompok warga," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Rabu.
Ia mengatakan BKSDA Sumbar menurunkan dokter hewan ke lokasi usai mendapat laporan adanya sekelompok warga berlindung di pondok sawah usai didatangi satwa dilindungi, Selasa (5/5) siang.
Namun harimau tersebut sudah tidak ada di lokasi dan mengarah ke nagari (desa) tetangga.
Dengan kondisi itu, BKSDA Sumbar bersama Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin dan Pagari Salareh Aia melakukan patroli pemantauan pada malam hari di lokasi tersebut.
"Kita melakukan patroli pemantauan sampai dini hari dan tidak ditemukan tanda keberadaan satwa tersebut. Kita juga memasang kandang jebak di lokasi," katanya.
Ia menambahkan BKSDA Sumbar juga menyediakan kandang jebak untuk mengevaluasi harimau.
"Kita telah memasang kandang jebak di lokasi harimau ditemukan warga Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur semenjak Minggu (2/5)," katanya.
Sebelumnya, BKSDA Sumbar mendapatkan laporan dari pemerintah nagari terkait sekelompok warga didatangi harimau sumatra saat berada di sawah dan mereka berlindung di pondok.
Mendapatkan laporan itu, BKSDA Sumbar langsung ke lokasi untuk mengevakuasi warga bersama anggota Koramil Matua, Polsek Matua dan pemerintah nagari.
"Harimau kita jauhkan dari warga dan mereka langsung dievakuasi ke pemukiman dengan jarak sekitar dua kilometer dari sawah mereka," katanya.
Ia mengakui individu harimau yang terpantau di lokasi hanya satu ekor dengan kelamin betina dan usia anak.
Anak harimau sempat berinteraksi dengan petugas beberapa kali di lokasi kemunculan tersebut.
Baca juga: KSDA Lampung sebut jejak kaki satwa di kebun nanas tapak harimau
Baca juga: BKSDA pastikan jejak satwa liar di Lampung Timur bukan milik harimau
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·