BMKG Beri Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Samudra Pasifik

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia yang berlaku mulai Selasa, 14 April 2026, pukul 07.00 WIB hingga Jumat, 17 April 2026. Kewaspadaan ini ditujukan terutama bagi pelaku pelayaran dan masyarakat di wilayah pesisir.

Kondisi tinggi gelombang laut diperkirakan berkisar antara kategori sedang hingga tinggi di berbagai wilayah perairan tanah air. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Kompas, fenomena ini dipicu oleh pola angin yang bergerak signifikan di bagian utara dan selatan Indonesia.

Analisis kondisi sinoptik menunjukkan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara bergerak dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan 10 hingga 35 knot. Sementara itu, angin di wilayah selatan bergerak dari tenggara ke barat daya pada kecepatan 7 sampai 24 knot.

Kecepatan angin paling tinggi terdeteksi di area Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua. Kondisi tersebut memicu peningkatan tinggi gelombang yang signifikan, khususnya di wilayah perairan bagian timur Indonesia tersebut.

Tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi terjadi di Samudra Hindia dari barat Aceh hingga Lampung, serta selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Potensi serupa juga mencakup Laut Maluku dan Samudra Pasifik utara Maluku serta Papua Barat.

Wilayah dengan risiko tertinggi diprakirakan terjadi di Samudra Pasifik utara Papua dengan potensi gelombang mencapai 2,5 hingga 4,0 meter. BMKG menekankan bahwa kondisi ini sangat berisiko terhadap keselamatan berbagai jenis sarana transportasi laut.

Bagi nelayan, perahu kecil terancam bahaya jika kecepatan angin menembus 15 knot dengan gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang harus waspada pada angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter, sedangkan kapal feri menghadapi risiko saat angin 21 knot dengan gelombang 2,5 meter.

BMKG juga memberikan himbauan kepada para operator transportasi laut dan nelayan agar mempertimbangkan kondisi cuaca secara matang sebelum melakukan aktivitas. Langkah ini penting diambil untuk menekan risiko terjadinya kecelakaan laut di wilayah-wilayah terdampak.

Masyarakat dapat mengakses informasi perkembangan cuaca laut secara terkini melalui laman resmi maritim.bmkg.go.id. Hal ini dikarenakan dinamika atmosfer dapat menyebabkan kondisi cuaca laut berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.