Wellington (ANTARA) - Harga produk susu global terus mengalami penurunan pada sesi lelang terbaru semalam, di tengah melimpahnya pasokan serta ketegangan geopolitik yang melemahkan permintaan dan menaikkan biaya.
Harga rata-rata pada sesi lelang Global Dairy Trade (GDT), yang diadakan setiap dua pekan, turun 2,7 persen menjadi 4.143 dolar AS (1 dolar AS = Rp17.142) per ton, setelah penurunan 3,4 persen pada sesi sebelumnya, yang merupakan penurunan pertama tahun ini, menurut GDT Events Results yang dirilis pada Selasa (21/4).
Kepala Tim Data dan Wawasan Produk Susu (Dairy Data & Insights) di Bursa Efek Selandia Baru (New Zealand's Exchange/NZX) Cristina Alvarado seperti dikutip oleh Radio New Zealand pada Rabu (22/4) mengatakan pasokan global tetap melimpah meskipun produksi susu musiman di Selandia Baru menurun.
Sementara, output yang stabil di Eropa semakin memperkuat tekanan penurunan terhadap harga lemak susu.
"Ketegangan geopolitik sehubungan dengan konflik yang melibatkan Iran berkontribusi terhadap peningkatan biaya pengiriman, asuransi, dan biaya input produksi," kata Alvarado.
Ia mengatakan gangguan di sekitar Selat Hormuz dan harga minyak yang tinggi menambah ketidakpastian, mendorong banyak pembeli untuk menunda pembelian dengan harapan biaya akan turun dan logistik akan lebih jelas.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·