BMKG Catat Rangkaian Gempa Beruntun Guncang Sejumlah Wilayah Indonesia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan serangkaian aktivitas gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Bima di Nusa Tenggara Barat serta Pangandaran, Sukabumi, dan Cianjur di Jawa Barat hingga Kamis, 21 Mei 2026 pagi.

Guncangan terbaru dengan magnitudo 4,6 melanda Kabupaten Pangandaran pada Kamis, 21 Mei 2026 pukul 04:04 WIB dengan pusat gempa dangkal di kedalaman 13 kilometer.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 5,2 akibat aktivitas sesar naik belakang busur Flores juga mengguncang Bima pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 17.28 WIB, disusul gempa magnitudo 2,6 di Sukabumi pada Selasa, 19 Mei 2026.

Pihak BMKG menyatakan bahwa proses pengolahan data untuk gempa Jawa Barat terbaru masih mengutamakan kecepatan sehingga hasilnya belum sepenuhnya stabil.

"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG.

Sementara itu, guncangan tektonik yang terjadi di wilayah laut Bima dipastikan tidak berpotensi memicu bencana tsunami meski getarannya dirasakan nyata oleh warga setempat.

"Pusat gempa berada di laut 65 km timur laut Kota Bima dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat." tulis BMKG.

Dampak gempa di Sukabumi berkekuatan magnitudo 4,5 pada beberapa hari sebelumnya bahkan terasa kuat hingga ke Kabupaten Cianjur dan sempat memicu kepanikan warga di fasilitas pelayanan umum.

Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat menyampaikan bahwa data sementara menunjukkan tidak ada kerusakan bangunan, namun petugas dan ratusan relawan tetap disiagakan untuk mitigasi bencana lanjutan.

"Gempa yang terjadi Minggu malam sempat membuat panik warga di sejumlah wilayah, namun warga kembali ke rumah setelah beberapa puluh menit bertahan di luar rumah guna memastikan tidak ada gempa susulan," kata Asep Sudrajat, Sekretaris BPBD Cianjur.

Selain melakukan pengawasan dampak gempa, pihak BPBD Cianjur kini juga mengantisipasi potensi bencana cuaca ekstrem dan pemetaan wilayah rawan kekeringan menjelang pergantian musim.

"Kami menyiagakan petugas dan 360 relawan guna melakukan pengawasan, pelaporan serta melakukan mitigasi kerawanan bencana di wilayah masing-masing termasuk menjelang pergantian musim dari hujan ke panas," kata Asep Sudrajat.

Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama dinas terkait kini mulai membangun fasilitas pipanisasi serta menyiapkan truk tangki air bersih guna menangani dampak kekeringan yang kerap melanda wilayah utara hingga selatan.

"Kami berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penangan cepat dengan truk tangki guna memenuhi kebutuhan air bersih warga di sejumlah kecamatan yang menjadi langganan kekeringan saat kemarau," kata Asep Sudrajat.