BMKG Catat Rentetan Gempa Guncang Jailolo Bandung dan Pangandaran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan rentetan aktivitas gempa bumi yang mengguncang wilayah Jailolo di Maluku Utara serta Kabupaten Bandung dan Pangandaran di Jawa Barat pada Sabtu, 2 Mei 2026 hingga Minggu, 3 Mei 2026 dini hari.

Gempa terbaru dengan magnitudo 4,1 terjadi di Jailolo, Maluku Utara pada Minggu, 3 Mei 2026 pukul 05:39:17 WIB dengan kedalaman 36 kilometer. Episenter gempa tersebut berlokasi di koordinat 1,13 LU dan 126,88 BT atau sekitar 65 kilometer barat laut Jailolo.

Berdasarkan informasi resmi dari lembaga tersebut, Jailolo yang merupakan bagian dari Kabupaten Halmahera Barat terletak sekitar 78 kilometer dari ibu kota Maluku Utara, Sofifi. Melalui media sosial X, lembaga ini memberikan rincian teknis mengenai kejadian di wilayah tersebut.

"#Gempa Mag:4.1, 03-May-2026 05:39:17WIB, Lok:1.13LU, 126.88BT (65 km BaratLaut JAILOLO-MALUT), Kedlmn:36 Km #BMKG" tulis BMKG.

Sebelumnya pada Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 22:00:33 WIB, gempa bermagnitudo 4,6 melanda Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pusat gempa terdeteksi berada di laut pada kedalaman 12 kilometer dengan jarak 227 kilometer arah barat daya dari Pangandaran.

Pihak BMKG memberikan keterangan tertulis terkait parameter gempa yang terjadi di pesisir selatan Jawa Barat tersebut guna memberikan informasi cepat kepada masyarakat melalui iNews.id.

"#Gempa Mag:4.6, 02-May-2026 22:00:33WIB, Lok:9.70LS, 108.03BT (227 km BaratDaya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn:12 Km," demikian keterangan yang disampaikan BMKG.

Sementara itu, pada Sabtu sore pukul 14:42:33 WIB, Kabupaten Bandung juga diguncang gempa magnitudo 4,0 yang berpusat di laut sejauh 90 kilometer arah barat daya. Gempa dangkal dengan kedalaman 28 kilometer ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik di zona pertemuan lempeng aktif selatan Jawa.

Lembaga geofisika tersebut menegaskan bahwa getaran gempa dirasakan di wilayah Cidolog dengan skala intensitas II MMI, di mana benda ringan yang digantung tampak bergoyang namun tidak berpotensi tsunami.

"Pusat gempa berada di laut 90 km barat daya Kabupaten Bandung dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat." tulis BMKG.

Hingga laporan terakhir yang dihimpun dari databoks.katadata.co.id, rri.co.id, dan inews.id, tidak ada informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat rangkaian gempa tersebut. BMKG mencatat dalam sepekan terakhir telah terjadi 10 kali aktivitas gempa signifikan yang dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.