BMKG Minta Warga Jabodetabek Waspadai Hujan Lebat Akhir Pekan

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang hingga sangat lebat di wilayah Jabodetabek pada akhir pekan, 22-24 Mei 2026.

Kondisi ini dipicu oleh aktivitas sirkulasi siklonik serta pertumbuhan awan hujan yang masif di Pulau Jawa. Dampak dari cuaca ekstrem ini diprakirakan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir lokal, hingga pohon tumbang yang dapat mengganggu mobilitas harian masyarakat.

Dilansir dari Kompas.com, BMKG memberlakukan status Siaga dan Waspada untuk memetakan tingkat risiko di masing-masing wilayah administrasi. Pada Sabtu, 23 Mei 2026, status Siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat ditetapkan di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Kabupaten Bogor, dan Kota Bogor.

Sementara itu, status Waspada untuk potensi hujan sedang hingga lebat di hari yang sama mencakup wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Jakarta Timur, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kota Depok.

Memasuki hari Minggu, 24 Mei 2026, cakupan wilayah berstatus Waspada meluas ke hampir seluruh Jabodetabek, termasuk penambahan wilayah Jakarta Utara. Berdasarkan data prakiraan cuaca nasional yang dilaporkan Kompas.tv, hujan ringan di DKI Jakarta diproyeksikan mulai turun secara merata pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Wilayah yang mulai diguyur hujan pada sore hari meliputi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara, sedangkan Kepulauan Seribu diprakirakan mengalami udara kabur. Hujan dilaporkan bakal meluas ke seluruh wilayah Jakarta termasuk Kepulauan Seribu pada pukul 19.00 WIB, sebelum akhirnya menyisakan udara kabur di lima wilayah kota pada pukul 22.00 WIB.

Guna mengantisipasi dampak buruk, BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca secara berkala melalui aplikasi resmi InfoBMKG atau kanal komunikasi resmi lainnya. Warga juga disarankan memanfaatkan platform PetaBencana.id untuk melaporkan kejadian banjir atau genangan secara real time guna mempercepat proses pemantauan situasi di lapangan.