Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengintensifkan upaya pengendalian inflasi untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
"Kita intensifkan bantuan pangan kepada masyarakat untuk mengendali inflasi ini," kata Wali Kota Pangkalpinang Saparudin di Pangkalpinang, Sabtu.
Dalam mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 ini, Saparudin mengatakan pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah telah melakukan rapat koordinasi untuk memastikan stok dan harga berbagai kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan cukup dan stabil.
"Alhamdulillah, hingga saat ini stok dan harga pangan masyarakat masih relatif stabil dan diharapkan kondisinya sama seperti menjelang Hari Raya Idul Fitri kemarin," ujarnya.
Ia menyatakan dalam mengendalikan inflasi ini, Pemkot Pangkalpinang tidak hanya mengintensifkan bantuan pangan, tetapi juga menggelar pasar murah, pemantauan harga dan stok kebutuhan pokok di pasar, gudang distributor pangan di wilayah.
"Saya sudah memerintah dinas terkait untuk lebih mengintensifkan pemantauan harga dan stok sembako ini, untuk memastikan harga beras, sayur mayur, daging dan lainnya masih stabil," katanya.
Ia juga meminta instansi, lembaga, perusahaan BUMN, perbankan dan para pelaku usaha untuk memberikan bantuan-bantuan pangan kepada masyarakat dan ini sangat penting untuk mengendalikan inflasi menjelang hari besar keagamaan ini.
"Saya mengimbau perusahaan-perusahaan BUMN maupun swasta dan perbankan-perbankan di Kota Pangkalpinang untuk memberikan bantuan-bantuan pangannya, untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangannya menjelang hari raya kurban ini," ujarnya.
Baca juga: CORE nilai proyeksi inflasi 1,5-3,5 persen di 2027 wajar
Baca juga: Ekonom sebut inflasi akibat pelemahan rupiah mulai terlihat Mei ini
Pewarta: Aprionis
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·