BMKG Pantau Gempa Laut Tanimbar dan Aktivitas Sesar Darat Tolitoli

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan aktivitas tektonik ganda yang mengguncang perairan Tanimbar, Maluku, dan wilayah daratan Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, pada Jumat, 15 Mei 2026. Peristiwa di Tanimbar tercatat bermagnitudo 6,7 pada pukul 00.53 WIB dengan kedalaman 163 kilometer.

Guncangan di wilayah Maluku tersebut berpusat di laut pada koordinat 6,09 Lintang Selatan dan 130,56 Bujur Timur, atau sekitar 225 kilometer utara Tanimbar. Meski getarannya terasa di Saumlaki, Banda, dan Tual, otoritas memastikan fenomena ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

"Pusat gempa berada di laut 225 km utara Tanimbar," tulis @infoBMKG, dilansir dari Detikcom.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan dari instansi terkait di Maluku. Sementara itu, pantauan seismik juga difokuskan pada aktivitas sesar aktif di Tolitoli yang terjadi pada waktu yang hampir bersamaan.

"#Gempa Mag:2.3, 14-May-2026 05:50:54WIB, Lok:1.09LU, 120.81BT (24 km TimurLaut TOLI-TOLI-SULTENG), Kedlmn:5 Km #BMKG," tulis BMKG.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan bahwa rangkaian getaran di Sulawesi Tengah merupakan kelanjutan dari aktivitas tektonik yang terjadi pada 10 Mei 2026. Karakteristik guncangan di daratan ini dikategorikan sebagai gempa dangkal.

"With reflecting the epicenter location and the hypocenter depth, the earthquake occurred is a type of shallow earthquake caused by active fault activity," kata Djati Cipto Kuncoro, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu.

Pihak geofisika setempat menegaskan kembali pentingnya kewaspadaan warga terhadap pola pergerakan tanah di area sesar aktif tersebut. Penjelasan teknis mengenai lokasi episenter menjadi acuan utama dalam analisis mitigasi bencana di wilayah Tolitoli.

"With memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," ujar Djati Cipto Kuncoro, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu.

Sebelumnya, sistem peringatan dini otomatis telah memberikan informasi awal mengenai kekuatan guncangan di wilayah Sulawesi Tengah. Pemberitahuan tersebut segera disebarkan kepada masyarakat sebagai bagian dari prosedur tanggap darurat.

"Gempa Mag:4.9," tulis BMKG.

Lembaga tersebut menekankan bahwa pengolahan data dilakukan secepat mungkin agar publik segera mendapatkan informasi terkini. Akibatnya, parameter awal masih berpeluang mengalami koreksi setelah seluruh data dari sensor lapangan terkumpul sepenuhnya.

"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," lanjut BMKG.

Sejumlah media lokal seperti Tribun Kaltara, Pikiran Rakyat Buol, dan Butol Post melaporkan kondisi di Tolitoli tetap kondusif. Warga diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap potensi aktivitas seismik susulan di masa mendatang.