Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika merilis proyeksi cuaca yang menunjukkan potensi fenomena udara kabur atau haze mengganggu jarak pandang horizontal di Kota Banjarmasin pada Selasa, 26 Mei 2026 hingga Rabu, 3 Juni 2026.
Penurunan jarak pandang horizontal akibat fenomena cuaca mingguan tersebut diprediksi berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat setempat pada waktu pagi dan larut malam.
Berdasarkan data pemodelan cuaca nasional harian BMKG, suhu udara minimum di ibu kota Kalimantan Selatan ini berada pada angka 24 derajat Celsius dan maksimum mencapai 33 derajat Celsius.
Tingkat kelembapan udara harian di kawasan tersebut bergerak di antara 65 persen hingga 95 persen, dengan embusan angin utama bertiup menuju Tenggara.
Meski terdapat potensi penurunan jarak pandang akibat kabut asap tipis, BMKG memastikan sektor maritim dan jalur logistik laut di sepanjang Sungai Barito tidak terganggu.
Otoritas meteorologi menetapkan status tinggi gelombang dan kecepatan angin di kawasan Pelabuhan Trisakti berada pada level aman untuk pelayaran nelayan maupun komersial.
Pemerintah daerah setempat mengimbau warga kota untuk mengantisipasi potensi kemunculan genangan air di sejumlah titik rawan melalui optimalisasi pemantauan saluran drainase perkotaan.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga disarankan memantau pembaruan polusi udara secara berkala, menyiapkan pelindung hujan, serta memastikan kelengkapan navigasi kapal sebelum memasuki muara.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·