BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek Potensi Hujan Lebat

Sedang Trending 43 menit yang lalu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek. Peringatan ini berlaku mulai 21 hingga 22 Mei 2026, seperti dilansir dari Kompas.

Sejumlah daerah di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat kini ditetapkan masuk dalam kategori waspada. Status tersebut diberikan karena adanya potensi pertumbuhan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Pihak BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca ini berpotensi memicu dampak hidrometeorologi. Beberapa dampak yang diantisipasi meliputi genangan air, luapan aliran sungai, hingga bencana tanah longsor yang dapat mengganggu pergerakan masyarakat.

Pada 21 Mei 2026, wilayah yang terpetakan dalam kategori waspada hujan sedang hingga lebat mencakup Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Kepulauan Seribu.

Cakupan wilayah yang terdampak status waspada ini dilaporkan semakin meluas pada 22 Mei 2026. Daerah tersebut meliputi Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat.

Selain itu, wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, serta Kota Depok juga masuk dalam daftar kewaspadaan pada hari yang sama.

Dalam periode tersebut, lembaga meteorologi ini tidak menetapkan satu pun wilayah di Jabodetabek ke dalam status siaga maupun awas. Ancaman berupa angin kencang juga dilaporkan terdeteksi nihil.

Melalui data resmi yang dirilis, konsekuensi pada level waspada secara umum mencakup potensi genangan, luapan sungai, dan longsor ringan yang dapat memengaruhi mobilitas warga setempat.

Kondisi ini berbeda dengan level siaga, di mana potensi dampaknya bisa meluas menjadi bencana banjir, banjir bandang, serta kerusakan yang mulai mengganggu layanan publik dan infrastruktur.

Sementara itu, pada tingkatan tertinggi atau level awas, dampak hidrometeorologi dapat memicu banjir besar yang ekstrem, kerusakan masif pertahanan fisik, kelumpuhan total fasilitas umum, hingga ancaman langsung pada keselamatan jiwa.

Terkait kondisi ini, BMKG meminta masyarakat untuk senantiasa memperhatikan dinamika perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Imbauan khusus diarahkan bagi penduduk yang tinggal di kawasan rawan banjir dan genangan.