Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa intensitas suhu panas yang cukup tinggi masih melanda berbagai wilayah di Indonesia. Fenomena ini tercatat berlangsung selama periode 7 hingga 10 Mei 2026.
Berdasarkan data resmi yang dilansir dari Kompas, suhu maksimum di beberapa daerah terdeteksi berada pada rentang 35,0 hingga 36,5 derajat Celsius. Wilayah yang terdampak meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.
Selain itu, kenaikan suhu signifikan juga dirasakan masyarakat di Sulawesi Tengah dan Papua Barat. BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan implikasi dari fase peralihan musim hujan menuju musim kemarau.
Penyebab utama cuaca terik ini berkaitan dengan berkurangnya tutupan awan di atmosfer. Hal tersebut mengakibatkan radiasi sinar Matahari dapat mencapai permukaan Bumi secara lebih optimal tanpa penghalang yang berarti.
Meskipun kondisi siang hari terasa sangat menyengat, BMKG menekankan adanya potensi pola konvektif udara yang kuat. Fenomena ini memicu pertumbuhan awan hujan pada waktu sore hingga malam hari secara mendadak.
Potensi hujan tersebut umumnya terjadi di daerah yang memiliki kandungan uap air tinggi dalam atmosfernya. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang fluktuatif selama masa transisi ini.
Pengaruh Monsun Australia terhadap Curah Hujan
Analisis BMKG menunjukkan bahwa Monsun Australia diprediksi akan menguat dalam beberapa hari ke depan sebelum akhirnya mengalami pelemahan tajam. Penguatan monsun ini membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia.
Angin yang bertiup dari benua Australia tersebut menjadi indikator kuat bahwa sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki masa peralihan musim. Dampaknya, potensi pembentukan awan hujan di beberapa titik diperkirakan akan mulai menyusut.
Namun, pelemahan angin timuran setelah fase penguatan dapat kembali meningkatkan kadar uap air, terutama di Indonesia bagian selatan. Kondisi ini memungkinkan hujan tetap turun di sejumlah daerah meskipun intensitasnya mulai berkurang.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·