BMKG: Waspada hujan lebat di Jateng selatan hingga akhir Mei

Sedang Trending 38 menit yang lalu
Hujan yang terjadi dalam dua hari terakhir tersebut dipicu faktor lokal berupa pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di sekitar wilayah Banyumas

Purwokerto (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut potensi hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan hingga akhir Mei 2026, meskipun beberapa daerah mulai memasuki musim kemarau.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Sabtu, mengatakan hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per hari masih tercatat di sejumlah pos pengamatan curah hujan di Banyumas pada 21-22 Mei 2026.

“Pada 21 Mei 2026 hujan lebat tercatat di Pos Klapagading sebesar 58 milimeter dan Balai Desa Sumbang sebesar 56 milimeter, sedangkan wilayah lainnya mengalami hujan ringan hingga sedang,” katanya.

Menurut dia, hujan kembali terjadi pada 22 Mei 2026 sore hingga malam dan disertai kilat maupun petir di sejumlah wilayah Banyumas.

Baca juga: Sabtu, BMKG: cuaca di kota-kota besar berpotensi diguyur hujan

Ia mengatakan curah hujan tertinggi pada 22 Mei tercatat di Pos Hujan Banyumas 2 yang berada di Purwokerto dengan intensitas mencapai 45 milimeter, sementara daerah lain mengalami hujan ringan hingga sedang.

“Hujan yang terjadi dalam dua hari terakhir tersebut dipicu faktor lokal berupa pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di sekitar wilayah Banyumas,” katanya.

Selain itu, kata dia, BMKG juga memantau adanya aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial yang aktif di pesisir selatan Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dalam beberapa hari ke depan.

“Adanya aktivitas Rossby Ekuatorial tersebut dapat memengaruhi peningkatan curah hujan di wilayah selatan Jawa, termasuk Banyumas dan sekitarnya,” kata Teguh Wardoyo.

Baca juga: BMKG prakirakan seluruh wilayah Jakarta diguyur hujan Sabtu sore

Menurut dia, meskipun sebagian wilayah Jawa Tengah mulai memasuki musim kemarau, kondisi atmosfer saat ini masih mendukung pembentukan awan hujan, terutama pada siang hingga malam hari.

BMKG sebelumnya mencatat sejumlah zona musim di Jawa Tengah telah memasuki musim kemarau, antara lain sebagian wilayah Brebes, Tegal, Pekalongan, Wonogiri, Jepara, Rembang, Blora, Pati, Grobogan, dan sebagian wilayah Cilacap bagian timur.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan genangan terutama di wilayah pegunungan dan daerah rawan longsor,” kata Teguh Wardoyo.

Baca juga: RI perkuat kolaborasi Jepang di konferensi AI cuaca - iklim Asia 2026

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.