BNNP DKI libatkan Sekolah Rakyat dalam program "Ananda Bersinar"

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta melibatkan Sekolah Rakyat dalam program unggulannya, Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika).

"Sebagai bentuk keberlanjutan program, BNNP DKI Jakarta juga telah menunjuk lima sekolah binaan untuk dikembangkan menjadi "sekolah bersinar", termasuk keterlibatan Sekolah Rakyat," kata Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam pelantikan Sobat Ananda Bersinar bagi pelajar SMA/SMK/MA/SR se-DKI Jakarta di Jakarta Selatan, Rabu.

Dia mengatakan program tersebut merupakan upaya strategis pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan anak muda, sejalan dengan agenda nasional dalam mendukung asta cita Presiden Prabowo Subianto.

Dia pun mengapresiasi inisiasi BNNP DKI yang mampu menjadi percontohan program serta diharapkan dapat diimplementasikan di seluruh wilayah Indonesia.

"Maka, kami resmi melantik 3.717 Sobat Ananda Bersinar secara daring dan luring untuk memperkuat peran pelajar sebagai agen perubahan bersih narkoba," ucap Suyudi.

Sebanyak 3.717 peserta itu terdiri dari 2.899 siswa, 818 guru dan 833 siswa sekolah SMA/MK/MA/SR di DKI Jakarta.

Ribuan peserta tersebut sebelumnya telah mengikuti pelatihan yang dilaksanakan pada 27-28 April 2026.

Melalui pelantikan itu, peserta diharapkan mampu menjadi peer educator (teman sebaya) dalam edukasi dan konseling ringan, agen perubahan dalam penyebaran informasi anti narkoba, ujung tombak pencegahan di lingkungan sekolah, dan bagian dari satgas anti narkoba di sekolah.

Baca juga: Cegah narkoba, BNNP DKI tes urin ratusan pramudi JakLingko di Jaktim

Selain itu, pihaknya juga melakukan pembinaan berkelanjutan melalui pembentukan grup komunikasi berbasis wilayah yang melibatkan jajaran BNN guna memperkuat koordinasi, edukasi, serta pengembangan peran pelajar sebagai tim siber dalam kampanye digital anti narkoba.

"Kami juga mengadakan lomba konten edukatif terkait bahaya narkoba yang dipublikasikan melalui media sosial para peserta," tutur Suyudi.

Lomba tersebut memperebutkan juara pertama dengan hadiah uang sebesar Rp3 juta bagi peserta.

Keberhasilan program itu turut didukung berbagai pihak, termasuk dari para Kepala BNNP DKI Jakarta pada masanya, yakni Brigjen Pol. (Purn.) Togar M Sianipar dan Brigjen Pol. (Purn.) Nurhadi Yuwono.

Selain itu, program tersebut juga menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah dan legislatif, yang terdiri atas Anggota Komisi III DPR Komjen Pol. (Purn.) Adang Daradjatun, Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Rani Mauliani atau perwakilan, anggota DPD dari DKI Jakarta Ahmad Azran, anggota Komisi X DPR Ahmad Dhani Prasetyo atau perwakilan, dan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta Matsani.

Melalui program tersebut, BNNP DKI Jakarta berharap dapat menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya, serta mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba menuju Indonesia Emas 2045.

“Mari bersama-sama menjaga Jakarta tetap bebas dari narkoba dan melindungi generasi bangsa dari ancaman bahaya narkoba demi masa depan yang lebih baik,” pungkas Suyudi.

Baca juga: BNNP-Pemkot Jakbar komitmen intervensi masalah narkoba di lokasi rawan

Baca juga: BNNP DKI bongkar jaringan narkotika dikendalikan seorang wanita

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.