UEA Tuding Iran Serang Fasilitas Minyak Fujairah dengan 15 Rudal

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) menuding Iran berada di balik serangan udara yang menargetkan fasilitas minyak vital di Fujairah pada Selasa (5/5/2026). Insiden yang melibatkan 15 rudal balistik dan drone tersebut memicu kebakaran hebat serta melukai sejumlah orang di lokasi distribusi energi utama tersebut.

Ledakan di Fujairah dilaporkan terjadi hanya sehari setelah serangan sebelumnya yang melukai sedikitnya tiga orang warga negara India. Lokasi ini memiliki peran strategis bagi stabilitas energi global karena memiliki kapasitas ekspor mencapai sekitar 1,7 juta barel per hari tanpa harus melewati Selat Hormuz.

Garda Revolusi Iran segera mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah keterlibatan mereka dalam eskalasi militer di wilayah kedaulatan UEA tersebut. Otoritas Iran menegaskan bahwa laporan yang beredar mengenai operasi militer mereka adalah informasi yang tidak memiliki dasar kuat.

"Angkatan bersenjata Iran tidak melakukan operasi rudal atau drone dalam beberapa hari terakhir.," kata Zolfaghari, Juru bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya Iran.

Penolakan ini muncul di tengah kekhawatiran meluasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS). Pada Senin (4/5/2026), militer AS sempat meluncurkan misi "Project Freedom" untuk mengawal kapal komersial di Selat Hormuz sebelum akhirnya dihentikan sementara setelah menghancurkan sejumlah ancaman berupa kapal kecil dan drone.

Meskipun terjadi serangan rudal balistik ke wilayah UEA, pihak Pentagon melalui Menteri Pertahanan AS menilai bahwa kesepakatan gencatan senjata yang ada secara teknis masih berlaku. AS memilih untuk menunjukkan sikap menahan diri dengan memastikan pasukan mereka tidak memasuki wilayah teritorial Iran.

Data statistik menunjukkan bahwa dalam kurun waktu lima minggu terakhir, UEA telah menjadi target utama serangan di kawasan Timur Tengah. Tercatat lebih dari 2.800 rudal dan pesawat nirawak telah diarahkan ke wilayah tersebut, melampaui intensitas serangan yang dialami oleh negara-negara tetangganya.

Pemerintah India telah menyampaikan nota protes resmi terkait insiden ini setelah tiga warga negaranya teridentifikasi sebagai korban luka. Hingga saat ini, situasi di sekitar fasilitas minyak Fujairah masih dalam pengawasan ketat aparat keamanan UEA guna mengantisipasi serangan susulan.