Denpasar, Bali (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan menemukan satu orang pendaki korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Denpasar, Bali, Sabtu malam, mengatakan bahwa korban berinisial E yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) tersebut ditemukan sekitar pukul 14.30 WIT.
Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, korban ditemukan di area sekitar 50 meter dari bibir kawah utama Gunung Dukono. Dalam hal ini, jasad korban awalnya tertutup material pasir vulkanik dan baru mulai terlihat setelah lokasi pencarian diguyur hujan deras yang menyapu sebagian material tersebut.
Menurut Abdul, saat ini jenazah korban berada di RSUD Tobel, setelah melewati proses evakuasi yang penuh kehati-hatian mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih fluktuatif dan tebalnya pasir vulkanik di lokasi kejadian.
Baca juga: SAR berhasil evakuasi tiga WNA Singapura korban Gunung Dukono Malut
Selain itu, tim di SAR juga telah mengidentifikasi dua titik timbunan material pasir yang diduga kuat sebagai lokasi keberadaan dua korban lainnya. Adapun kedua titik tersebut berada dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban pertama.
"Dua titik itu sudah ditandai menggunakan koordinat GPS," kata dia, seraya menambahkan karena kondisi cuaca yang mulai gelap dan aktivitas vulkanik yang masih tinggi, tim memutuskan untuk memprioritaskan evakuasi korban pertama dan menghentikan sementara pencarian demi keselamatan personel.
Sebagaimana hasil evaluasi operasi hari ini, tim SAR gabungan dijadwalkan akan melanjutkan penyisiran dan penggalian di dua titik koordinat yang telah ditandai tersebut, Minggu (10/5).
Operasi ini dipimpin oleh Kepala Kantor SAR Ternate dan Kepala BPBD Halmahera Utara.
BNPB kembali menegaskan agar masyarakat dan wisatawan mematuhi larangan pendakian dan tetap berada di luar radius bahaya yang telah ditetapkan oleh Badan Geologi guna menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut akibat aktivitas vulkanik yang masih dinamis.
Baca juga: Tim gabungan lanjutkan pencarian tiga pendaki hilang di Gunung Dukono
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·