BNPT dan STIK-PTIK perkuat kajian antisipasi ancaman terorisme

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)-Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) memperkuat kajian strategis guna mengantisipasi ancaman terorisme dan menyukseskan RAN PE Fase Kedua.

Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan hasil penelitian dan kajian akademik dapat menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam menghadapi tantangan penyebaran paham radikal di era digital.

"Kolaborasi dengan PTIK adalah amanat undang-undang, yaitu kesiapsiagaan nasional. Salah satu bentuk implementasinya adalah melalui pembuatan kajian-kajian khusus yang mendalam terkait dinamika terorisme dan RAN PE," ucap Eddy, seperti dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Dirinya menuturkan kajian mendalam tersebut merupakan implementasi kegiatan prioritas sinergi pertahanan dan keamanan dalam melakukan pencegahan, sebagaimana amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Tak hanya pada penguatan kajian strategis, kerja sama keduanya juga difokuskan pada penelitian, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia, dalam Rapat Tindak Lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) BNPT dan STIK-PTIK di Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5).

Selain itu, kolaborasi kedua belah pihak turut difokuskan pada dukungan terhadap implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) Fase Kedua tahun 2026–2029.

Eddy menegaskan sinergi antara BNPT dan STIK-PTIK merupakan bagian penting dari upaya kesiapsiagaan nasional sebagaimana amanat undang-undang dan RPJMN.

"Kolaborasi strategis diperlukan agar meningkatkan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi dinamika ancaman terorisme dan radikalisme yang terus berkembang, termasuk di ruang digital,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Terorisme STIK Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lemdiklat Polri) Mohammed Rycko Amelza Dahniel menyampaikan komitmen penuh civitas academica STIK-PTIK untuk mendukung agenda penanggulangan terorisme nasional.

“Dalam rangka mendukung BNPT melakukan penanggulangan terorisme, PTIK dan seluruh civitas academica berkomitmen menyukseskan RAN PE Fase Kedua,” kata Rycko.

Adapun ruang lingkup kerja sama kedua institusi meliputi penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas, pemanfaatan sarana dan prasarana, hingga pertukaran data dan informasi.

Kolaborasi BNPT dan STIK-PTIK diharapkan dapat memperkuat ekosistem pencegahan yang berbasis ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas kebijakan penanggulangan terorisme, serta memperluas keterlibatan akademisi dan masyarakat dalam menjaga Indonesia tetap aman dan damai.

Baca juga: Boy Rafli: Perkuat solidaritas sosial di tengah tekanan global

Baca juga: BNPT libatkan DPP ICATT dalam program antiradikalisme

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.