Bohemians dijadwalkan menjamu Drogheda United dalam lanjutan kompetisi Premier Division di Stadion Dalymount Park pada Jumat malam, 15 Mei 2026. Laga ini krusial bagi kedua tim untuk memperbaiki peringkat klasemen sementara Liga Irlandia musim ini.
Drogheda United bertandang dengan modal kemenangan tipis 1-0 atas Derry City melalui penalti Ryan Brennan. Hasil tersebut merupakan kemenangan ketiga mereka dalam empat pertandingan terakhir menurut laporan Drogheda Life.
Berdasarkan statistik yang dihimpun Rating Bet, Bohemians mencatatkan rata-rata 1,31 gol dan kebobolan 0,94 gol per laga. Sebaliknya, Drogheda United mencetak rata-rata 1,27 gol namun memiliki tingkat kebobolan lebih tinggi sebesar 1,60 per pertandingan.
Manajer Dundalk, Ciaran Kilduff, memberikan perhatian pada performa Bohemians setelah timnya dikalahkan 1-3 pada pekan sebelumnya. Penurunan standar permainan tim promosi tersebut di awal babak kedua menjadi faktor penentu kekalahan mereka.
"We’re in a moment right now," ujar Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Kilduff menilai anak asuhnya harus tetap menjaga perspektif meski menelan kekalahan pahit yang membuat mereka berjarak enam poin dari zona play-off degradasi. Ia menyayangkan hilangnya dominasi tim setelah jeda babak pertama.
"We showed in the first half we had the team to win that game of football but in the second half it didn’t look like it," kata Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Ia mengingatkan para pemain untuk menjaga konsistensi selama 90 menit penuh. Hal ini dilakukan guna memastikan tim layak mendapatkan poin dan tidak lengah segera setelah pertandingan dimulai kembali.
"We need a bit of perspective as well. We’re the newly promoted team and we’re holding our own to the best of our ability. We’ve been competitive in that game tonight even though the result has gone the other way," tutur Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Meski gawangnya sudah kebobolan 16 kali dalam 10 laga, Kilduff tetap membela kiper Enda Minogue. Namun, ia mengakui kegagalan bermain maksimal selama 25 menit di babak kedua membuat timnya pantas tidak mendapat apa-apa.
"Maybe earlier in the season we’d be competitive and come out on the right end of the scoreline but I think if you don’t play for that 25 minutes then you don’t deserve to come away with anything. We probably got what we deserved in that capacity," ucap Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Krisis pemain turut membayangi Drogheda United yang masih kehilangan Scott Brady, Owen Lambe, Ethan O’Brien, Bridel Bosakani, dan Jason Bucknor. Kilduff kembali menyoroti kegagalan timnya dalam upaya mencari gol kedua saat melawan Bohemians.
"If we had played anyway like we had in the first half in the second half then I think we go on and win the game. I was hoping to go and get the second goal but it definitely didn’t look like we were ever going to do that," kata Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Penegasan mengenai pentingnya hasil akhir terus disampaikan oleh sang manajer. Ia menyoroti tren negatif timnya yang sering kebobolan sesaat setelah peluit babak kedua dibunyikan.
"You don’t get any points at half-time. They only come at full time," tegas Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Strategi taktis diprediksi akan menjadi kunci, di mana Drogheda United kemungkinan memakai formasi 1-5-3-2 melawan skema 1-4-2-3-1 milik tuan rumah. Kilduff merasa timnya dihukum dengan keras akibat kegagalan menjaga level permainan.
"Yeah, for 45 minutes we felt dominant, scored a good goal, had other chances, limited them to no chances of any note but then you give 25 minutes like that at the start of a second half against any team in this division then you’ll get royally punished and we did," ujar Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Kondisi Dundalk diperburuk dengan kartu merah Rob Cornwall akibat pelanggaran terhadap Ross Tierney. Kilduff merasa perubahan drastis timnya dari dominan menjadi tidak menghasilkan apa pun sangat mengecewakan.
"We had 45 minutes of really good stuff and then 25 minutes of absolute nothing. That’s very disheartening," kata Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Evaluasi teknis menunjukkan gol pembuka Bohemians terjadi karena koordinasi buruk saat menyapu bola. Kilduff menganggap rentetan kejadian setelah gol tersebut sebagai titik kehancuran standar permainan timnya.
"Nothing really changed in our ethos but we have a little bit of a trend now just after half time of conceding goals and it’s not good enough. It’s unacceptable. We’re working too hard for large periods of games to come away and drop our standards and drop our levels for even 10 minutes, never mind the 25 that we did," ucap Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
Manajer menutup pernyataannya dengan mengakui kegagalan timnya untuk memulai babak kedua dengan baik. Perpaduan antara kesalahan antisipasi bola dan hukuman penalti menjadi akhir dari perjuangan mereka.
"The first goal is a calamity of trying to clear the ball from your box, it bobbles and ends up in your net. The second goal is a red card and a penalty and that was all that she really wrote from there," pungkas Ciaran Kilduff, Manajer Dundalk.
27 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·