Borussia Moenchengladbach membungkam TSG Hoffenheim dengan skor telak 4-0 pada pertandingan pamungkas pekan terakhir Bundesliga 2025/2026 di Stadion Borussia-Park, Sabtu (16/5/2026). Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, menyumbang satu gol indah melalui tendangan jarak jauh dalam laga tersebut.
Kemenangan telak tuan rumah dipastikan oleh gol-gol dari Hugo Bolin pada menit ke-14, Haris Tabakovic menit ke-23, Kevin Diks menit ke-81, dan ditutup aksi Robin Hack di masa injury time (90+2'). Hasil ini membuat Gladbach yang dilatih Eugen Polanski finis di peringkat ke-12 klasemen akhir dengan raihan 38 poin dari 34 laga.
Sebaliknya, kekalahan ini memupus harapan TSG Hoffenheim untuk menembus kualifikasi Liga Champions Eropa karena tertahan di peringkat kelima dengan 61 poin. Skuad asuhan Christian Ilzer dipastikan meraih tiket ke Europa League musim depan setelah gagal melampaui perolehan poin Stuttgart.
Pertandingan berjalan sengit sejak awal laga saat Andrej Kramaric sempat mengancam gawang Gladbach yang dikawal Oliver Baumann, namun lini pertahanan trio bek Gladbach yang diisi Kevin Diks, Philipp Sander, dan Nico Elvedi tampil solid. Pada babak kedua, tim tamu harus bermain dengan 10 orang setelah Tim Lemperle menerima kartu kuning kedua akibat mendorong Kevin Diks.
Penampilan impresif Kevin Diks yang tampil penuh selama 90 menit sebagai bek tengah kiri menuai apresiasi tinggi. Media olahraga bola.kompas.com melansir bahwa situs Fotmob memberikan nilai 8,2 untuk Diks, sementara Sofascore menobatkan pemain Indonesia tersebut sebagai Man of the Match dengan ponten 8,4.
Sebelum pertandingan krusial ini digelar, Pelatih TSG Hoffenheim Christian Ilzer sempat mengutarakan pandangannya mengenai persaingan ketat di papan atas klasemen Bundesliga.
"We have it managed, to sit at a final table with Bayern, Dortmund, Leipzig, Stuttgart and Leverkusen," kata Christian Ilzer, Pelatih TSG Hoffenheim.
Ilzer menambahkan bahwa posisi tiga klub teratas sudah aman, sementara anak asuhnya harus berjuang sampai menit terakhir untuk memperebutkan peringkat keempat demi tiket Liga Champions.
"Their cones already in the target – and we fight still around the final place. If it tomorrow the final whistle gives, is the final dice fallen," ujar Christian Ilzer, Pelatih TSG Hoffenheim.
Meski target Liga Champions tersebut akhirnya gagal tercapai akibat kekalahan dari Gladbach, Ilzer tetap bangga karena timnya sempat diprediksi sebagai kandidat degradasi awal musim.
"We are winners, we feel ourselves as absolute winners and we contest the game tomorrow as winners," tutur Christian Ilzer, Pelatih TSG Hoffenheim.
Bagi pria mantan pelatih Sturm Graz itu, totalitas perjuangan para pemain di lapangan hijau menjadi tolok ukur utama keberhasilan misi timnya.
"If I at the end see, that we everything given have, if we empty are, because we ourselves yet times correctly sacrificed have, if we yet times to our limit gone are, then is the mission fulfilled," ucap Christian Ilzer, Pelatih TSG Hoffenheim.
Di sisi lain, Pelatih Borussia Moenchengladbach Eugen Polanski sejak awal menegaskan tidak akan memberikan laga mudah bagi tim tamu demi mengamankan posisi aman dari degradasi.
"Hoffenheim tidak berada di posisi kelima tanpa alasan; mereka menjalani musim yang sangat konsisten dan kuat," ujar Eugen Polanski, Pelatih Borussia Monchengladbach.
Polanski menilai Hoffenheim asuhan Ilzer memiliki intensitas taktik yang sangat tinggi dengan organisasi penyerangan yang rapi.
"Mereka tidak hanya memiliki permainan pressing yang kuat, tetapi secara keseluruhan gaya bermain yang sangat intens dengan banyak lari, penetrasi ke dalam, dan struktur serangan yang jelas," kata Eugen Polanski, Pelatih Borussia Monchengladbach.
Ia menuntut skuad Die Fohlen mereplikasi performa apik mereka saat membungkam Borussia Dortmund di laga kandang sebelumnya.
"Mereka memainkan pertandingan terakhir mereka di sini bersama kami. Itu berarti kami harus menandingi hal itu dengan menciptakan atmosfer pertandingan kandang yang sesungguhnya," ujar Eugen Polanski, Pelatih Borussia Monchengladbach.
Polanski menekankan pentingnya menjaga pasokan energi serta fokus pertahanan sepanjang waktu normal pertandingan.
"Kita melihat apa yang kami tunjukkan saat menghadapi Dortmund apa yang mungkin terjadi ketika kami dapat mempertahankan energi kami selama 90 menit penuh. Kami harus mengulangi performa tersebut," tutur Eugen Polanski, Pelatih Borussia Monchengladbach.
Berdasarkan data statistik dari bild.de, pertandingan pamungkas pekan ke-34 Liga Jerman musim 2025/2026 ini dilangsungkan secara serentak di sembilan stadion berbeda.
| Bayern München | Köln | 15.30 Uhr |
| Bremen | Dortmund | 15.30 Uhr |
| Freiburg | Leipzig | 15.30 Uhr |
| Frankfurt | Stuttgart | 15.30 Uhr |
| Mönchengladbach | Hoffenheim | 15.30 Uhr |
| Leverkusen | Hamburger SV | 15.30 Uhr |
| Union Berlin | Augsburg | 15.30 Uhr |
| Heidenheim | Mainz | 15.30 Uhr |
| St. Pauli | Wolfsburg | 15.30 Uhr |
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·