BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah Penyakit melalui Fun Run 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Semangat hidup sehat terlihat dari antusiasme ribuan peserta yang memadati Lapangan Sepak Bola Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) dalam kegiatan BPJS Kesehatan Fun Run 2026.

Acara ini merupakan kolaborasi BPJS Kesehatan dengan UNDIKSHA dan Komunitas Lari Early Miles.

BPJS Kesehatan Fun Run 2026 sebagai salah satu upaya nyata BPJS Kesehatan dalam mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat melalui aktvitas fisik yang menyenangkan sekaligus meningkatkan edukasi dan pemahaman masyarakat terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menjaga kesehatan dapat dimulai dari langkah sederhana, salah satunya dengan rutin melakukan aktivitas fisik seperti olahraga lari," ujar Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito, dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).

Olahraga memiliki manfaat besar dalam menjaga kesehatan jantung, mengontrol gula darah, serta menurunkan risiko penyakit kronis seperti Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi (HT) yang kini semakin banyak dialami usia produktif.

"Penyakit kronis saat ini bukan lagi hanya dialami usia lanjut, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia muda dan produktif. Karena itu, kami terus mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik rutin, menjaga pola makan, menjaga Kesehatan mental serta melakukan skrining kesehatan sejak dini," ujar Pujo.

Pujo mengungkapkan terjadi tren peningkatan kasus DM dan HT dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pada kelompok usia di bawah 45 tahun.

Berdasarkan data periode 2021-2025, jumlah peserta JKN yang terdiagnosis DM meningkat dari 240 ribu kasus menjadi lebih dari 401 ribu kasus atau naik sekitar 67,4%.

Sementara itu, kasus HT meningkat dari 706 ribu kasus menjadi lebih dari 1 juta kasus atau mengalami kenaikan sekitar 43,9%.

Sejalan dengan peningkatan kasus, pembiayaan pelayanan kesehatan untuk penyakit DM dan HT juga terus mengalami kenaikan.

BPJS Kesehatan mencatat pembiayaan DM meningkat dari Rp 3,9 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp 8,7 triliun pada tahun 2025. Sedangkan pembiayaan HT meningkat dari Rp 6,2 triliun menjadi Rp 15,1 triliun pada periode yang sama.

Secara kumulatif, sejak 2014 hingga 2025 BPJS Kesehatan telah mengeluarkan sekitar Rp 151,4 triliun untuk pembiayaan penyakit DM dan HT.

Penyakit kronis dapat dicegah melalui perubahan pola hidup sehat dan deteksi dini kesehatan secara rutin. Oleh karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan skrining kesehatan yang tersedia di fasilitas kesehatan maupun melalui Aplikasi Mobile JKN.

"Sekarang masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan digital melalui Aplikasi Mobile JKN. Di dalamnya tersedia berbagai fitur seperti antrean online, informasi peserta, hingga skrining riwayat kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini," kata Pujo.

Selain Fun Run, kegiatan juga diramaikan dengan pemeriksaan kesehatan dan skrining kesehatan, edukasi Program JKN, zumba bersama, booth UMKM, serta berbagai aktivitas interaktif lainnya.

Pada kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga mengajak masyarakat untuk menjaga keaktifan kepesertaan JKN melalui pembayaran iuran secara rutin dan tepat waktu.

BPJS Kesehatan mendorong upaya promotif dan preventif melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda bagi kelompok usia produktif semakin peduli terhadap kesehatan sejak dini.

"Prolanis Muda hadir sebagai upaya promotif dan preventif bagi peserta JKN usia produktif di bawah 45 tahun yang memiliki risiko atau telah terdiagnosis penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini agar komplikasi penyakit kronis dapat dicegah," ujar peserta Prolanis Muda yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, Moh Taufiqurrahmann (33).

BPJS Kesehatan juga berupaya untuk mendorong masyarakat dalam memanfaatkan Program JKN dan layanan digital kesehatan secara optimal. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.

"Kami mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Fun Run ini karena tidak hanya mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa.

Wakil Rektor 3 UNDIKSHA I Ketut Sudiana juga menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut Ketut Sudiana, keterlibatan generasi muda dalam kampanye hidup sehat menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran kesehatan sejak usia produktif.

Sebagai informasi, kegiatan Fun Run ini turut dihadiri oleh Sekda Buleleng Gede Suyasa jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), stakeholder, mitra BPJS Kesehatan, mahasiswa, komunitas lari, tenaga kesehatan, serta masyarakat umum yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.


(hnu/ega)