Penyakit Jantung Bawaan pada Anak, Kondisi Serius yang Sering Luput dari Orang Tua

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Salah satu kondisi yang sering luput disadari orang tua adalah Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada anak. Ini adalah kelainan struktur yang ada sejak lahir akibat gangguan pembentukkan janin.

Di Indonesia diperkirakan sekitar 40 ribu anak lahir per tahun dengan penyakit jantung bawaan. Sementara, kesadaran untuk kondisi ini masih belum tinggi, dan jumlah pasien yang tertangani dengan yang sakit masih timpang.

Ketimpangan ini terjadi karena masih kurangnya sentra pengobatan atau rumah sakit yang mampu untuk menangani kondisi ini. Ditambah dengan jumlah dokter spesialis yang juga kurang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Prof dr Ganesja Mulia Harimurti, SpJP(K) dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk mengatakan PJB sendiri dibagi menjadi dua jenis utama, yakni PJB Biru (Sianotik) dan PJB Tidak Biru (Asianotik).

"Sistem darah kita kan dibagi dua, yang darah bersih dan darah kotor. Darah bersih itu tujuannya membawa darah yang berisi oksigen keseluruh tubuh. Sistem aliran oksigen tinggi dan sistem aliran oksigen rendah itu terpisah," kata Prof Ganesja kepada detikcom di acara Siloam Cardiac Summit 2025, Jakarta Selatan, (25/4/2026).

"Nah kalau ada suatu masalah yang mengakibatkan darah mengandung rendah oksigen bercampur dengan darah yang tinggi oksigen, maka anak akan terlihat biru," sambung Prof Ganesja, yang merupakan konsultan kardiologi pediatri dan penyakit jantung bawaan dan juga guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Prof Ganesja menambahkan bahwa perubahan warna biru akan terlihat pada bibir dan kuku jari dan tangan anak.

Sebaliknya, lanjut Prof Ganesja, PJB tidak biru merupakan kelainan jantung bawaan yang tidak mempengaruhi kadar oksigen dalam tubuh secara drastis, kadar oksigen dalam tubuh tidak menurun sehingga anak tidak terlihat kebiruan.

Tanda-tanda PJB pada anak

Prof Ganesja mengatakan, anak dengan PJB biru harus secara dini diwaspadai oleh para orang tua agar segera dikonsultasikan ke dokter jantung, supaya dapat dilakukan penanganan tepat dan cepat. Sehingga anak terhindar dari masalah lanjutan.

"Tindakan dan waktu untuk memperbaiki jantung itu tergantung kelainannya. Ada yang baru lahir sudah harus dikoreksi, ada yang umur 2 minggu, ada yang umur 4 bulan, ada yang 4 tahun. Jadi berbeda-beda," tegasnya.

Untuk kelainan PJB yang tidak biru, menurut Prof Ganesja, ada beberapa tanda yang bisa muncul meliputi mudah lelah, menyusu terganggu, tumbuh kembang tidak baik, berat badannya tidak sesuai dengan umur, dan batuk yang berulang.

Faktor Risiko Penyakit Jantung Bawaan

Secara umum, pencegahan dapat dilakukan menghindari faktor risiko, menjaga kesehatan tubuh, dan menghindari asap rokok baik aktif maupun pasif.

Prof Ganesja menambahkan, ada beberapa faktor risiko lain dalam kondisi ini dan sebaiknya perlu diketahui oleh calon orang tua.

"Pertama, usia ibu pada waktu hamil. Sebaiknya hamil kurang dari usia 35 tahun," kata Prof Ganesja.

"Kedua, ibunya punya penyakit seperti kencing manis, atau tekanan darah tinggi. Ketiga adalah obat-obatan yang dikonsumsi ibu tanpa sepengetahuan dokter kandungan," lanjutnya. Selain itu, faktor lainnya adalah paparan sinar radiologi.

"Pada usia kehamilan 5 bulan kondisi jantung anak sudah bisa diperiksa, dengan ekokardiografi janin" tutupnya.

Penyakit jantung bawaan pada anak adalah kondisi yang saat ini masih belum tertangani dengan baik. Diharapkan dengan bertambahnya pengetahuan orang tua mengenai kondisi ini dapat membantu dalam mendeteksi dan penanganan yang awal dan tepat.

Penanganan Darurat Jantung di Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Siloam Hospitals Kebon Jeruk telah menjadi Chest Pain Ready Hospital (CPRH), yaitu rumah sakit yang siap menangani kegawatdaruratan jantung secara cepat, tepat, dan terintegrasi. Kesiapan ini didukung oleh sistem end-to-end mulai dari IGD, pemeriksaan EKG dalam waktu kurang dari 10 menit, hingga kesiapan tim medis jantung multi disiplin 24/7, guna memastikan pasien mendapatkan penanganan.

Jika mengalami gejala nyeri dada, masyarakat diimbau untuk segera menghubungi call center darurat Siloam di 1500-911 untuk mendapatkan penanganan cepat dan tepat.

Simak Video "Video: Ortu Wajib Tahu! Ini Tanda Penyakit Jantung Bawaan yang Gampang Dikenali"
[Gambas:Video 20detik]
(dpy/up)