BRIN kembangkan BRINlock, teknologi infrastruktur pantai pemecah ombak

Sedang Trending 1 jam yang lalu
BRINlock dikembangkan sebagai unit lapis lindung single layer dengan penempatan teratur dan memiliki karakter interlocking yang kuat, sehingga mampu meningkatkan stabilitas hidrolik, sekaligus mengurangi penggunaan beton

Jakarta (ANTARA) - Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan inovasi terbaru pemecah ombak dalam infrastruktur pelabuhan dan bangunan pantai yang diberi nama BRINlock.

Inovasi ini merupakan unit lapis lindung (armor unit) generasi terbaru yang didesain untuk memperkuat konstruksi pemecah gelombang (breakwater) masa depan di tengah tantangan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut, sebagai solusi atas keterbatasan ketersediaan batu alam berukuran besar serta kebutuhan efisiensi material dalam pembangunan infrastruktur pesisir.

"BRINlock dikembangkan sebagai unit lapis lindung single layer dengan penempatan teratur dan memiliki karakter interlocking yang kuat, sehingga mampu meningkatkan stabilitas hidrolik, sekaligus mengurangi penggunaan beton," kata Peneliti Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN M. Zuhdan Jauzi dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Zuhdan menjelaskan teknologi ini memiliki keunggulan, yakni kemudahan dalam aplikasinya di lapangan dengan desain khusus yang bertujuan mereduksi volume beton yang digunakan, menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan dengan jejak karbon yang lebih rendah.

Baca juga: BRIN kembangkan material penahan tanah ramah lingkungan untuk pesisir

Dalam tahap pengembangan, kata dia, BRIN telah melakukan berbagai proses, mulai dari desain berbasis pemodelan komputer (Finite Element Analysis/FEA) menggunakan ANSYS, pembuatan model CNC, hingga produksi ratusan benda uji.

Kemudian, kata Zuhdan, hasil uji stabilitas hidrolik menunjukkan performa yang menjanjikan. BRINlock mencatat nilai koefisien stabilitas (Kd) mencapai 20,54 pada kondisi tertentu, yang menunjukkan kinerja lebih unggul dibandingkan beberapa desain sebelumnya.

"Dengan faktor keamanan yang diperhitungkan, nilai stabilitasnya tetap berada pada level tinggi yaitu direduksi menjadi 13, sehingga desainnya lebih aman," ujarnya.

Baca juga: BRIN kembangkan pemecah gelombang untuk melindungi kawasan pantai

Melihat potensi besar ini, lanjut Zuhdan, BRIN telah menyusun naskah dan dokumen paten untuk diajukan ke Direktorat Paten Kementerian Hukum (Kemenkum) RI.

Dokumen tersebut telah melalui tahap awal di Direktorat Manajemen Kekayaan Intelektual (DMKI) BRIN pada September 2024 dan sedang dalam proses finalisasi untuk mendapatkan status Granted Patent.

Pengembangan BRINlock diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam pembangunan infrastruktur pesisir yang lebih efisien, kuat, dan ramah lingkungan.

Ke depan, teknologi ini berpotensi diaplikasikan secara luas dalam proyek-proyek perlindungan pantai di Indonesia.

Baca juga: Pakar: Perubahan iklim dapat pengaruhi sistem fisik pesisir

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.