BSI Targetkan Penambahan Saham Publik Menjadi Lima Belas Persen

Sedang Trending 4 hari yang lalu

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mengumumkan rencana peningkatan porsi saham publik atau free float dari 9,91 persen menjadi 15 persen di Jakarta pada Selasa (14/4/2026). Langkah strategis ini diambil guna memenuhi ketentuan minimum otoritas pasar modal dan standar indeks internasional.

Peningkatan kepemilikan masyarakat tersebut akan dilakukan secara bertahap dan tidak direalisasikan pada tahun ini. Penyesuaian struktur kepemilikan tersebut bertujuan mengikuti kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) serta memenuhi syarat Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebesar 15 persen.

Dilansir dari Money, manajemen BSI menilai penambahan free float sangat penting untuk mengoptimalkan volume perdagangan saham perseroan di pasar modal. Saat ini, opsi pelaksanaan rencana tersebut masih dalam tahap pengkajian mendalam oleh pihak internal perusahaan.

Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta menyatakan bahwa keterlibatan BPI Danantara sebagai pemegang saham pengendali menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan. Keputusan akhir mengenai skema penambahan saham publik akan bergantung sepenuhnya pada pertimbangan para pemegang saham.

"Ada sih plan itu. Apalagi kalau MSCI harus 15 persen. Kita paling enggak 10 persen dulu, nanti MSCI 15 persen," ujar Bob Tyasika Ananta, Wakil Direktur Utama BSI, saat ditemui di BSI Tower.

Bob menegaskan bahwa realisasi peningkatan porsi saham ini memerlukan waktu yang tidak singkat. Pihaknya memperkirakan proses penyesuaian kepemilikan saham tersebut baru akan rampung dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang.

"Yang jelas tidak dalam tahun ini, tapi kemudian kalau kita bicara 3 tahun ke depan mungkin akan ada," kata Bob menjelaskan lini masa rencana korporasi tersebut.

Kebijakan BEI terkait batas minimum free float 15 persen berlaku bagi seluruh emiten, baik yang sudah tercatat maupun perusahaan yang baru akan melakukan IPO. Ketentuan ini diperketat setelah pasar modal Indonesia mendapatkan perhatian khusus dari pihak MSCI terkait likuiditas saham.

Dengan porsi saham publik yang lebih besar, jumlah lembar saham yang beredar bebas diharapkan dapat mendorong aktivitas transaksi harian. Hal ini juga bertujuan agar struktur kepemilikan saham emiten tidak hanya didominasi oleh pihak pengendali atau investor strategis tertentu.